Jumat, 03 Des 2021,


kepahlawanan-pustakawanDwi Rahayu, S.Sos. (istimewa).


---
Kepahlawanan Pustakawan

Oleh: Dwi Rahayu
SHARE

PAHLAWAN berasal dari bahasa Sansekerta, phala, yang berarti hasil atau buah. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pahlawan dimaknai sebagai orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran, pejuang yang gagah berani. Sedangkan kepahlawanan dimaknai sebagai yang berkaitan dengan sifat pahlawan (seperti keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, dan kesatriaan). Pahlawan Indonesia yang  berjuang pada masa pra kemerdekaan dan masa kemerdekaan, sebagian besar mengangkat senjata dalam perjuangan. Berjuang melawan penjajah agar enyah dari negeri kita. Mereka dengan gagah berani berjuang.


Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan yaitu hari peringatan bagi para pahlawan Indonesia yang telah gugur. Peringatan hari pahlawan ini biasanya diselenggarakan upacara bendera di sekolah-sekolah dan instansi pemerintah. Selain upacara bendera, dilaksanakan juga berbagai kegiatan lainnya seperti lomba puisi, lomba menulis dan sebagainya yang dimaksudkan untuk mengingat jasa para pahlawan. Melalui berbagai kegiatan tersebut, diharapkan generasi kini dan generasi mendatang mengenal para pahlawan nasional beserta jasanya untuk negeri tercinta ini. Tentu saja tidak sekadar mengenal pahlawan namun diharapkan muncul pula sikap kepahlawanan pada generasi sekarang dan generasi mendatang. Setiap orang di berbagai profesi dan bidang kehidupan harus memiliki jiwa kepahlawanan ini. Termasuk di dalamnya adalah para pustakawan.


Kepahlawanan Pustakawan

Perjuangan pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan dengan pahlawan saat ini tentu sangat berbeda. Penghargaan yang diterima pun berbeda. Masih banyak orang-orang yang dulu berjuang dengan gagah perkasa namun tak dikenal apalagi mendapatkan penghargaan. Saat ini pun muncul julukan pahlawan tanpa tanda jasa. Ya, ibu dan bapak guru adalah yang mendapat julukan tersebut. Mereka para guru berjuang dengan sepenuh hati untuk anak didiknya. Di antara anak didiknya sudah banyak yang menjadi orang alias pejabat, pengusaha dan orang sukses lainnya. Namun guru tetaplah guru. Berjuang untuk masa depan bangsa


Selain guru, mereka yang berjasa dalam dunia pendidikan adlah pustakawan. Sarwono dalam opini di koranbernas.id menyebutkan bahwa pustakawan adalah pahlawan yang terlupa. Karena mereka juga berjasa dalam mendidik anak bangsa, bahkan dalam pendidikan sepanjang hayat. Namun mereka tidak pernah mendapatkan gelar pahlawan.

Sesungguhnya, profesi pustakawan memang belum begitu dikenal. Bahkan oleh mereka yang berkecimpung dalam dunia pendidikan. Semua yang bekerja dianggap sebagai pustakawan. Undang-Undang RI Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan menyebutkan, bahwa pustakawan adalah  seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan, serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Kompetensi dan tugas serta tanggung jawab pengelolaan perpustakaan menjadi hal utama bagi pustakawan.

Berkaitan dengan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan inilah, peran dan jasa para pustakawan. Pustakawan memiliki tanggung jawab mengelola sumber informasi dan mengemasnya untuk disebarluaskan kepada masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena tugas pustakawan adalah mengelola informasi, maka wajar jika pustakawan menjadi tempat bertanya mengenai berbagai macam hal. Pustakawan yang setiap hari bergelut dengan sumber informasi dianggap mumpuni dan mengetahui semua informasi. Masyarakat pengguna perpustakaan yang lazimnya disebut pemustaka tentu tidak ingin berlama-lama menunggu informasi yang dibutuhkan. Di sinilah pustakawan banyak bekerja dan berjuang tanpa kenal waktu demi memberikan kepuasan akan informasi. Apalagi jika informasi itu sangat penting dan mendesak tentu tidak bijaksana jika tidak segera disampaikan kepada yang memerlukannya. Tidak heran pustakawan dianggap memiliki dua rumah yaitu rumah tempat tinggal dan perpustakaan sebagai rumah kedua. Jika dihitung-hitung pustakawan ternyata bisa lebih banyak berada di rumah kedua.

Pustakawan dan Pandemi

Pada masa normal sebelum pandemi, para pustakawan sebagian besar melakukan tugasnya di perpustakaan. Mereka melayani dengan senang hati kepada setiap pemustaka yang mengunjungi perpustakaan. Tahun 2019 lalu pandemi covid 19 melanda dunia termasuk negeri kita. Berbagai macam aktivitas dibatasi, jam kantor dibatasi, layanan publik dibatasi dan berbagai tempat ditutup. Perpustakaan juga mengalami masa sulit ini. Perpustakaan yang biasanya ramai oleh kunjungan, mendadak sepi karena layanan tutup. Saat layanan perpustakaan tutup maka masyarakat yang memerlukan informasi mengalami kebingungan. Namun ternyata pustakawan dengan berbagai inovasinya berhasil memecah kebuntuan ini. Pustakawan rela mengirimkan informasi baik fisiknya maupun isinya. Mengirim informasi melalui kurir maupun media elektronik menjadi tugas sehari-hari. Masyarakat baik mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum lainnya sangat terbantu dengan kerja-kerja pustakawan ini. Pustakawan dengan gagah berani menghadapi risiko tertular penyakit karena mereka keluar ke jalan, dan terjun ke masyarakat demi kepuasan masyarakat akan informasi.

Inilah gambaran sedikit kepahlawanan pustakawan saat ini. Tentu saja masih banyak kepahlawanan pustakawan yang dapat diungkapkan. Selamat Hari Pahlawan. Tetap semangat para pustakawan menyebarkan nilai kepahlawanan. **

Dwi Rahayu, S.Sos.

Pustakawan UGM



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini