kesehatan-bayi-perempuan-yang-ditemukan-di-teras-rumah-stabilRuang perawatan bayi perempuan yang dibuang, terlihat Rabu (28/9/2022). (nanang w Hartono/koranbernas.id).


Nanang W Hartono
Kesehatan Bayi Perempuan yang Ditemukan di Teras Rumah Stabil

SHARE

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Kondisi kesehatan bayi perempuan yang ditemukan, Kamis (22/9/2022) malam di teras rumah seorang warga di Desa Wonosari, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen stabil. Bayi yang sedang dirawat di ruang Peristi Rumah Sakit dr Soedirman (RSDS) Kebumen, berat badannya pada pekan pertama kelahiran naik 3 ons.


"Dalam kondisi normal, ada orang tuanya, bayi itu sudah bisa dirawat di rumah," kata dr Ari Sukendar SpA kepada wartawan, Rabu (28/9/2022). Pada saat ditemukan, bayi yang dibuang orang tuanya, sehari setelah persalinan, mengalami hipotermia. Suhu badan di bawah 37 derajat Celcius. Karena bayi dilahirkan, dengan umur kehamilan cukup, si bayi bisa bertahan di ruang terbuka beberapa jam.


"Bayi itu diperkirakan ketika ditemukan berumur satu hari," ujar Ari Sukendar. Berdasarkan bekas pemotongan tali pusar, diduga bayi itu persalinannya tidak dilakukan tenaga kesehatan.

Perawatan bayi, jika keadaan terus stabil dan sehat tidak mungkin dirawat dalam jangka lama. "Jika dirawat lama di sini, ada pertanyaan sakitnya apa, lama dirawat di rumah sakit," kata Ari Sukendar. Tanggung jawab perawatan bayi, selanjutnya kepada Dinas Sosial Perlindungan Perempuan Anak (Dinsos PPA) Kebumen yang mengirim bayi ke RSDS Kebumen.


Kepala ruang Peristi Abdi Lestari mengatakan, sejak perawatan di RSDS Kebumen, baru satu pasangan suami istri yang berminat mengadopsi bayi itu melihat bayi di ruang peristi. Sesuai ketentuan, mereka hanya boleh melihat dari luar ruangan. "Ada satu yang melihat bayi itu," kata Abdi Lestari.

Sumber koranbernas di Dinsos PPA Kebumen menjelaskan, di Jawa Tengah, untuk perawatan anak dan bayi terlantar, di panti di Ambarawa dan Salatiga. Panti itu dikelola Pemerintah Provinsi Jateng dan Kementerian Sosial. Bayi itu, akan dirawat di salah satu panti, sebelum proses adopsi selesai. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini