kiai-damanhuri-mengungkap-dahsyatnya-sedekah-meringankan-sakaratul-mautKiai Damanhuri memberikan tausyiyah saat Lailatul Ijtima` yang diselengarakan MWC Kapanewon Sanden di Masjid Al-Ikhlas Ceme Srigading Sanden Bantul. (istimewa)


Sariyati Wijaya
Kiai Damanhuri Mengungkap Dahsyatnya Sedekah, Meringankan Sakaratul Maut

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Rois Syuriah PCNU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) Kabupaten Bantul, Drs KH Damanhuri, mengatakan orang-orang beriman agar memfungsikan harta dengan benar.


Dia mengajak menginfakkan sebagian dari apa yang telah diberikan Allah SWT kepada manusia untuk kepentingan duafa, fasilitas umum dan fasilitas sosial, sebelum kematian datang.

  • Gambar Wajah-wajah Wartawan Dipamerkan di Tembi
  • Hoaks Sarumpaet Bagian dari Perilaku Menyimpang Hanum Rais

  • Pesan ini disampaikan Kiai Damanhuri saat Lailatul Ijtima` yang diselengarakan MWC Kapanewon Sanden di Masjid Al-Ikhlas Ceme Srigading Sanden Bantul.

    Tampak hadir jajaran pengurus teras MWC seperti Rois Syuriah KH Muslih Sukatno, Mustasyar H Sutapa S Pd dan Drs H  Suyitno selaku Katib, Ustad Munaji, Ketua PAC Muslimat  Nyai Nila Nur Qodriyah beserta jajaran pengurus Muslimat, Fatayat, Ansor dan ratusan jamaah.

  • Memprihatinkan, PNS Belanja Sabu ke Nusakambangan

  • Kiai Damanhuri menjelaskan tentang surat Al Munafiqun ayat 10 yang artinya Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan kematianku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh.

    “Ayat ini mengimbau orang-orang beriman untuk memfungsikan harta dengan benar. Dahsyatnya sedekah di antaranya bisa meredam panasnya api neraka, menghapus dosa, meringankan sakaratul maut dan memberi naungan pada hari kiamat,” katanya.

    Lanjut Kiai Damanhuri, sedekah termasuk salah satu ibadah. Sedekah adalah mengeluarkan harta untuk orang lain, namun tidak diatur berapa besar nilai uang yang mesti dikeluarkan, kapan waktunya serta cara menyampaikannya.

    “Sedekah adalah ibadah yang sangat penting, sampai-sampai orang yang sudah meninggal ingin bisa dihidupkan kembali untuk bisa bersedekah,” ujarnya.

    Beberapa kalangan di masyarakat menyebut sedekah dengan istilah slametan. Sebagian lagi membagi amplop kepada orang yang memikul jenazah serta orang-orang yang membantu penguburan.

    Setelah pemakaman selesai, keluarga membuat yang disebut dengan surtanah. “Semuanya itu tak lain adalah bentuk nyata dari sedekah,” tegas Kiai Daman.

    Wakil Ketua Takmir Masjid Al ikhlas, Sutanto, dalam rilis yang dikirim ke redaksi koranbernas.id, Kamis (3/11/2022), lailatul ijtima’ telah digelar Senin (31/10/2022) malam.

    Lailatul ijtima’ adalah sebuah pertemuan pada waktu malam yang diselenggarakan pada setiap bulan sekali. Kegiatan ini dilakukan setelah shalat Isya berjamaah di masjid atau di mushala.

    “Saya bangga  masjid kami  mendapat kesempatan menjadi tuan rumah lailatul iIjtima’ yang rutin digelar setiap malam Selasa Paing secara bergiliran. Alhamdulillah cuaca tidak hujan sehingga banyak jamaah yang hadir, dukungan masyarakat dalam menyiapkan segala sesuatunya cukup bagus. Apalagi Kiai Damanhuri dari PC NU Bantul berkenan rawuh memberi tausiyah, ini adalah sesuatu yang membahagiakan,” ucap Tanto.

    Acara diawali dengan semaan Al Quran dipimpin Abdul Rozak (Jam`iyyatul Qurro Wal Huffadz N), menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathan dipimpin Afifah Nur Sansidar dan tahlil dipimpin Kiai Muslih serta dimeriahkan hadroh.

    Mewakili Ketua MWC yang berhalangan hadir, Ustad Munaji menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada warga nahdliyin di Kapanewon Sanden yang hadir setiap lailatul ijtima`.

    Dia juga menyampaikan terima kasih kepada Takmir Masjid Al-Ikhlas dan warga Ceme yang dengan sukarela menyediakan tempat berlangsungnya acara.

    “Rasa gembira juga senantiasa disampaikan karena semua Ranting NU sudah hadir memenuhi undangan,” katanya. (*)


    TAGS: NU  sedekah 

    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini