Senin, 24 Jan 2022,


komik-si-loko-jenaka-dan-menghiburPramugari kereta api menunjukkan Komik Si Loko “The Origin” yang baru saja diluncurkan. (sholihul hadi/koranbernas.id)


sholihul
Komik Si Loko, Jenaka dan Menghibur

SHARE

KORANBERNAS.ID – Anda penggemar komik? Jangan lewatkan kesempatan memiliki Komik Si Loko “The Origin”. Selain gaya bahasa dan penggambarannya berbentuk cerita fiksi yang ringan dan jenaka, kehadiran karakter tokohnya, Si Loko, juga menghibur.


Komik tersebut diluncurkan Rabu (14/11/2018) malam di Loko Coffe Shop Stasiun Yogyakarta oleh VP Passenger Marketing PT KAI Raden Agus Dwinanto Budiaji didampingi Senior Manajer Komersial Daop 6 Yogyakarta Gotro Nuryadi serta perwakilan dari Gramedia selaku penerbit.

  • Pergelaran Macapat Massal Libatkan 250 Peserta
  • Ribuan APK Terpasang Melanggar Aturan

  • Peluncuran komik yang dijual seharga Rp 75.000 itu selain dimeriahkan kemunculan boneka menggambarkan sosok Si Loko, juga mengundang Erix Soekamti dan Apri Kusbiantoro, keduanya merupakan pegiat komik dan kreatif di kancah nasional maupun internasional.

    “Komik ini dibuat sebagai sebuah inovasi media pemasaran dan aktivasi dari maskot resmi KAI yang bernama Si Loko. Penerbitan dan distribusi komik dengan judul Si Loko “The Origin”, merupakan kerja sama KAI dengan Kepustakaan Populer Gramedia,” ungkap Raden Agus Dwinanto Budiaji.

  • Kematian Ibu Melahirkan Sangat Tinggi, Ini Sebabnya
  • Ini Pesan Mantan Sekda Sleman, Kuncinya Profesionalitas

  • Mewakili Direktur Komersial KAI, Dodi Budiawan, lebih lanjut Raden Agus menyatakan karakter tokoh komik tersebut sangat mendukung penyampaian pesan pemasaran dan pelayanan KAI.

    Komik ini diharapkan bisa mendekatkan KAI pada target pemasarannya terutama anak muda di rentang usia 18-30 tahun serta meningkatkan kembali minat baca masyarakat..

    Komik Si Loko “The Origin” juga menceritakan beberapa kejadian sehari-hari yang menghibur dan memberikan nilai edukasi kepada pembacanya.

    Yang pasti, komik ini akan diterbitkan secara rutin melalui media cetak maupun digital. Pada seri pertama, Komik Si Loko mengambil tema The Origin. Seri berikutnya akan dihadirkan tema Traveling by Train, Adventure by Train dan sebagainya.

    Peluncuran Komik Si Loko “The Origin” di Loko Coffe Shop Yogyakarta, Rabu (14/11/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)

    Seri pertama Komik Si Loko “The Origin” telah dicetak sebanyak 2.000 eksemplar dan didistribusikan di seluruh outlet Gramedia. Apabila permintaan tinggi, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan proses cetakan kedua dan seterusnya.

    “Komik Si Loko “The Origin” merupakan bentuk apresiasi dari KAI atas antusiasme pengguna moda transportasi kereta api di Indonesia terhadap berbagai layanan dan produk dari KAI serta sebagai dukungan nyata terhadap perkembangan bidang kreatif di Indonesia,” ungkapnya.

    Kenapa bikin Komik Si Loko? Berdasarkan survei, Raden Agus menceritakan pengalamannya, anak-anak tatkala ditanya mengenai kereta api, yang mereka ketahui adalah Thomas, karena seringnya nonton film kartun buatan mancanegara, Thomas and Friends.

    Hadirnya Si Loko sebagai ikon baru KAI merupakan angin segar bagi industri komik Indonesia. Ibaratnya, setelah berjam-jam listrik padam tiba-tiba menyala maka yang pertama kali terdengar adalah teriakan girang.

    “Banyak komikus di Indonesia apalagi di Yogyakarta luar biasa. Komik anak-anak sekarang ini jarang sekali. Komik Jepang sangat banyak tapi gambarnya, waduh, bajunya seksi-seksi,” kata Raden Agus. Dengan kata lain, kurang sesuai dengan budaya Indonesia.

    Dia juga mengakui, angkutan kereta api adalah unik karena segmennya bervariasi mulai dari anak-anak hingga orang tua. “Itulah uniknya angkutan kereta api,” kata dia.

    Sebagai gambaran, tahun lalu PT KAI melayani 309 juta penumpang dan tahun ini lebih kurang 430 juta penumpang. Yogyakarta peringkat dua se-Jawa yang memberikan kontribusi jumlah penumpang kereta api.

    Book fair

    Selain meluncurkan komik, untuk pertama kalinya PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga menggelar kegiatan Book Fair on Station, bekerja sama dengan Kompas Gramedia. Tujuannya untuk meningkatkan kembali minat baca masyarakat dengan mendekatkan buku sebagai sumber bacaan di area stasiun.

    Acara yang diselenggarakan lima hari 14-18 November 2018 ini berlangsung serentak di enam stasiun KA yaitu Stasiun Gambir, Bandung, Yogyakarta, Purwokerto, Semarang, Tawang dan Stasiun Surabaya Gubeng.

    Selama acara berlangsung pengunjung dapat membeli buku-buku berkualitas yang disediakan oleh Gramedia Store mulai dari buku bergenre anak, pengembangan diri, bisnis, agama, novel dan Komik Si Loko serta berbagai referensi lainnya yang rata-rata buku best seller.

    Selama acara berlangsung, semua buku dapat dibeli dengan harga spesial diskon 10 persen. Berbekal aplikasi KAI Acces yang sudah teregistrasi di ponsel, pengunjung akan mendapatkan tambahan diskon 5 persen.

    Selain berburu buku, untuk menyemarakkan event tersebut para pengunjung khususnya anak-anak dapat berpartisipasi mengikuti kegiatan yang berbeda-beda setiap harinya.

    Di antaranya lomba mewarnai, lomba menulis cerita pendek, lomba annauncer, pouch painting dan talkshow anak. Masing-masing acara peserta dibatasi hanya 30 anak.

    Rangkaian acara Book Fair on Station dibuka secara resmi oleh EVP Daop 6 Yogyakarta, Eko Purwanto, di Stasiun Yogyakarta, Rabu (14/11/2018) siang.

    Book Fair on Station merupakan salah satu upaya kami untuk memberikan berbagai pengetahuan kepada masyarakat, khususnya pengunjung dan penumpang kereta api melalui cara yang menyenangkan dan seru. Karena tempatnya di stasiun acara ini pun bisa menjadi media edukasi yang unik dan menyenangkan anak-anak,” kata Eko Purwanto. (sol)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini