Rabu, 27 Okt 2021,


lansia-di-diy-masih-ragu-mengikuti-vaksinasi-covid19Vaksinasi bagi masyarakat umum yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan DIY bersama Polda DIY secara lantatur di salah satu kampus di Yogyakarta (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Lansia di DIY masih Ragu Mengikuti Vaksinasi Covid-19

SHARE

KORANBERNAS ID, YOGYAKARTA -- Penurunan kasus Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil menurunkan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dari level 4 ke level 3 sejak dua pekan silam. Namun pencapaian ini belum dibarengi dengan cakupan vaksin sesuai standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.


Belum tercapainya target vaksin terutama bagi lansia di DIY ini disinyalir sebagai salah satu indikator belum turunnya level PPKM dari 3 ke 2 di Yogyakarta. Parameter level PPKM tersebut di antaranya pada angka kematian pasien Covid-19 dan Bed Occupancy Rate (BOR) atau angka keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan bagi pasien Covid-19.


Selain itu, angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dan angka kesembuhan. Yang terakhir capaian vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat, termasuk bagi lansia.

"Capaian vaksinasi lansia kita memang baru 58,5 persen saat ini," papar Pembajun Setyaningastutie, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, saat dikonfirmasi, Rabu (22/09/2021).


Menurutnya, capaian vaksinasi masyarakat per 21 September 2021 sudah mencapai 2.175.466 orang atau 75,74 persen dari total target sekiar 2.870.000 warga DIY. Sedangkan untuk dosis kedua mencapai 1.390.706. orang. Ditargetkan akhir bulan capaian vaksinasi bisa mencapai 80 persen sesuai ketentuan pemerintah pusat dalam mencapai kekebalan komunal.

Namun untuk lansia, dari target minimal 60 persen, minimal dosis pertama, hingga saat ini Pemda mengalami sejumlah kendala. Di antaranya keraguan para lansia untuk mengikuti vaksinasi.

"Vaksinasi lansia memang ada beberapa masalah, di samping mereka masih ragu, juga agak galau untuk keluar rumah. Dengan begitu, maka kita yang harus aktif mendekat," kata Pembajun.

Ada beberapa strategi yang sudah diterapkan Pemda DIY, TNI dan Polri, antara lain memberikan penghargaan kecil bagi mereka yang mau datang untuk divaksin. Pemda juga melakukan penjemputan bagi lansia yang terkendala transportasi ke titik-titik vaksinasi.

"Dengan demikian motivasi para lansia untuk vaksinasi bisa meningkat," lanjutnya.

Dinas Kesehatan di kabupaten/kota, lanjut Pembajun, punya peran penting dalam menggerakkan dan mengkoordinir puskesmas dalam melakukan vaksinasi para lansia. Sebab puskesmas menjadi ujung tombak kesuksesan vaksinasi.

Sementara Ketua Tim Percepatan Vaksinasi DIY, Sumadi mengungkapkan, DIY sebenarnya sudah masuk empat besar provinsi yang capaian vaksinasinya baik, provinsi-provinsi tersebut adalah DKI Jakarta, Riau dan Bali.

"Diharapkan Oktober [2021] bisa mencapai 80 persen. Artinya imunitas kekebalan kita membaik sehingga kita bisa buka sektor pendidikan dan sektor-sektor lainnya," paparnya.

Dalam proses percepatan vaksinasi, Pemda DIY selalu mendekatkan vaksinasi ke titik terdekat masyarakat, yaitu hingga ke tingkat RT/RW dan kalurahan. *

 



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini