Jumat, 03 Des 2021,


level-ppkm-turun-minat-warga-naik-kereta-meningkatPenumpang dalam salah satu gerbong KAI Commuter. (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Level PPKM Turun, Minat Warga Naik Kereta Meningkat

SHARE

KORANBERNAS ID, YOGYAKARTA -- Penanganan Covid di kota-kota Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) semakin membaik. Kota Yogyakarta, Kabupaten Klaten dan Kota Surakarta misalnya, telah ditetapkan pemerintah masuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2.


Dengan pemberlakuan PPKM pada level ini, masyarakat di wilayah tersebut mulai kembali melakukan aktivitas perekonomian dan menggunakan transportasi umum termasuk KRL maupun KA lokal.

  • Komik Si Loko, Jenaka dan Menghibur
  • Menu Makanan di Atas Kereta Api Makin Bervariasi

  • Dari data KAI Commuter, tren volume pengguna KRL Yogyakarta-Solo dan KA Lokal Prambanan Ekapres (Prameks) mulai meningkat. Pada September lalu, volume rata-rata pengguna KRL Yogyakarta-Solo per harinya 3.526 pengguna. Sedangkan volume rata-rata pengguna KRL Yogyakarta-Solo per hari pada Bulan Oktober ini naik sebesar 56 persen atau menjadi rata-rata 5.488 pengguna per hari.

    “Rata-rata per hari volume pengguna KA Lokal Prameks naik sebesar 47 persen dari rata-rata 721 pengguna per hari pada bulan September menjadi 1.061 pengguna per hari pada Oktober ini," terang Supriyanto, Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Selasa (19/10/2021).

  • Wah, Stasiun Tugu Bakal Tampung 14 Ribu Penumpang

  • Pada Oktober ini tren menggunakan KRL pada hari Sabtu, Minggu dan libur juga meningkat dibandingkan September.

    Pada September, rata-rata volume pengguna di akhir pekan tidak jauh berbeda dengan hari-hari biasa yaitu 3.432 pengguna. Sementara pada Oktober ini volume pengguna di akhir pekan mencapai 6.353 pengguna dengan catatan tertinggi pada Hari Minggu 17 Oktober lalu yaitu 7.177 pengguna.

    Saat ini operasional dan layanan KRL Yogyakarta-Solo tetap berjalan normal dimulai pukul 05:00 hingga pukul 18:30 dengan 20 perjalanan per harinya. KAI Commuter mengoperasikan tiga rangkaian KRL dengan formasi delapan kereta dalam satu rangkaian (SF 8).

    Sedangkan operasional pelayanan KA Lokal Prameks Yogyakarta-Kutoarjo PP, KAI Commuter delapan perjalanan per harinya dengan jam operasional mulai pukul 05:15 hingga pukul 17:35 yang menggunakan dua rangkaian Kereta dengan jumlah 5 kereta dalam satu rangkaian (SF 5).

    "Sejalan dengan itu, KAI Commuter juga tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat pada saat menggunakan KRL maupun KA Lokal Prameks," lanjut Supri.

    Pengguna KRL Yogyakarta-Solo juga diwajibkan menggunakan masker ganda dengan salah satunya adalah masker medis dilapis masker kain sebagaimana yang direkomendasikan dokter dan Kementerian Kesehatan. Pengguna juga wajib selalu menjaga jarak, dan mencuci tangan sebelum maupun sesudah naik kereta.

    VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba menambahkan, syarat untuk menggunakan KRL yang juga wajib diikuti adalah menunjukkan sertifikat vaksin.

    Sertifikat dapat ditunjukkan kepada petugas secara fisik (dicetak) maupun secara digital, atau melalui scan kode QR yang ada di stasiun dengan aplikasi PeduliLindungi. “Scan kode QR juga dapat dilakukan melalui aplikasi lainnya yang sudah terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi," tambahnya.

    Penerapan protokol kesehatan dalam menggunakan tranportasi KA Lokal Prameks, pengguna diwajibkan mengisi Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada pemesanan dan pembelian tiket KA Lokal.

    Pengisian NIK ini untuk membantu proses validasi dokumen kesehatan calon pengguna KA Lokal karena sistem boarding KAI sudah terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi.

    Aturan-aturan tambahan yang ada selama masa pandemi ini juga tetap berlaku di KRL dan KA lokal. Seperti aturan untuk tidak berbicara secara langsung maupun melalui telepon genggam saat berada di dalam kereta dan anak-anak di bawah umur 12 tahun sementara tidak diperkenankan naik KRL maupun KA Lokal.

    Petugas juga tetap konsisten menerapkan jaga jarak aman antar pengguna KRL dengan membatasi jumlah orang per kereta untuk mengantisipasi kepadatan di dalam kereta. Petugas akan melakukan penyekatan bila kondisi di stasiun maupun di dalam KRL sudah sesuai kuota.

    Pengelola KAI Commuter mengimbau seluruh pengguna KRL tetap disiplin mnjalankan protokol kesehatan dan tertib saat antrean pada penyekatan pembatasan kuota.

    Agar terhindar dari potensi antrean, pengguna dapat melihat informasi kepadatan di stasiun melalui aplikasi KRL Access yang menyediakan fitur info kepadatan stasiun, posisi terkini KRL, jadwal KRL atau menggunakan KRL di luar jam-jam sibuk.

    Berbagai upaya dan inovasi yang dilakukan KAI Commuter ini adalah untuk menciptakan transportasi KRL yang sehat, aman dan nyaman bagi para penggunanya selama masa pandemi.

    “Upaya tersebut memerlukan dukungan dari para pengguna agar tetap dapat beraktivitas kembali dengan sehat dan produktif," jelasnya. (*)


    TAGS: kai  yogyakarta 

    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini