lorong-sayur-di-gang-kampung-rw-05-mangkuyudan-memikat-walikota-yogyakartaHaryadi Suyuti, Walikota Yogyakarta bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Subur Makmur Lestari RW 05 Mangkuyudan berfoto di salah satu tetenger yang berada di Kampung Mangkuyudan, Yogyakarta usai meresmikan Lorong Sayur yang berada di gang Drono Hardjosuwongso. (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Lorong Sayur di Gang Kampung RW 05 Mangkuyudan Memikat Walikota Yogyakarta

SHARE

KORANBERNAS ID, YOGYAKARTA -- Kelompok Wanita Tani (KWT) Subur Makmur Lestari boleh berbangga, upaya mereka untuk menghijaukan gang kampung Mangkuyudan di wilayah RW 05 telah berhasil. Lorong Sayur yang berada di Gang Drono Hardjosuwongso sepanjang 150 meter yang membelah wilayah RT 19 dan RT 18 telah menghijau dipenuhi tanaman sayur yang siap panen.

Beragam sayur seperti Kangkung, Terong hingga bermacam jenis Sawi tumbuh subur di sisi kanan kiri gang. Lahan perkotaan yang sempit serta keterbatasan lahan bukan alasan bagi warga RW 05 untuk tidak bisa menanam. Segala macam teknik baru mulai dari hidroponik hingga menggunakan media tanam yang unik pun dilakukan agar bisa secara mandiri memberi hasil untuk mencukupi kebutuhan sayuran.

"Semua berawal dari September 2021, dengan modal secukupnya kami berdelapan mulai menyiapkan media tanam. Awalnya dari media tanam konvensional yang ada di pasaran. Tanah dan planter bag ternyata cukup mahal. Tidak sesuai dengan kemampuan keuangan dan banyaknya kebutuhan tanaman kami," terang Sumarsini, Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Subur Makmur Lestari, kepada Koranbernas.id, Sabtu (29/1/2022).

Berbekal tekad yang kuat, dengan niat Ibadah untuk menyebarkan kebaikan kepada sesama, Marsini mencari cara yang paling tepat untuk diterapkan di wilayahnya. Mesin pencari Google dan YouTube menjadi rujukan untuknya menimba ilmu.

Setelah mencoba sendiri, akhirnya Dia dan kelompok kecilnya berhasil menemukan teknik yang paling tepat tersebut. Hidroponik sederhana, dengan menggunakan botol bekas, arang sekam hitam dan sumbu kain flanel dipilih Marsini untuk dibuat secara massal.

"Teknik ini jauh lebih hemat, selain itu tidak kotor di tangan. Apalagi arang sekam hitam dapat menyerap racun dan ternyata membuat tanaman sayur lebih cepat tumbuh dan subur," lanjutnya.

Botol-botol bekas minuman yang telah menjadi sampah, disulap menjadi pot-pot gantung untuk penopang media tanam. Botol-botol plastik ini pun dicat warna-warni agar lebih menarik saat ditempel di pagar-pagar rumah warga sepanjang gang.

"Saya sudah menghitung biaya untuk satu media tanam menggunakan botol ini, hanya seribu rupiah. Temasuk arang sekam, sumbu, botol dan finishing cat. Jasa tidak dihitung, karena niat kami adalah untuk menjadi berguna bagi orang lain," katanya.

Marsini menambahkan, setelah melihat hasilnya seperti ini saya senang akhirnya banyak yang bertanya dan ingin belajar dari saya. Selain itu, teman-temannya di KWT juga semakin bersemangat untuk memperluas jangkauan tanamannya hingga ke seluruh RW  05.

"Kebahagian Saya lainnya adalah saat melihat orang lewat yang berswafoto dengan tanaman sayur di gang Drono Hardjosuwongso ini," ujarnya.

Keberhasilan warga ini pun mendapat apresisasi dari Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti. Secara khusus Walikota bersama, Mantri Kemantren Mantrijeron dan Lurah Mantrijeron hadir untuk melihat dan meresmikan lorong sayur milik warga RW 05 ini pada Sabtu (29/1/2022).

"Kegiatan yang bagus ini setidaknya bisa mencukupi kebutuhan sayur-mayur di wilayah RW 05, dari empat sehat apalagi lima, sempurna. Jadi tolong dirawat sayur-mayurnya. Saya titip kepada Bu Lurah dan Pak Mantri bila ada kurang dikit atau apa kebutuhan warga tolong diatur," papar Haryadi.

Haryadi menambahkan, kebutuhan-kebutuhan benih misalnya bisa berkoordinasi dengan DLH. Dia menegaskan bahwa Pemkot Yogyakarta selalu memberikan dukungan kepada setiap kegiatan warga yang seperti ini. Walikota Yogyakarta juga menjanjikan bibit durian Bawor khas Kulonprogo yang terkenal memiliki kulit yang tipis, berbiji kecil, berbuah tebal dengan rasa yang nikmat untuk diberikan ke warga RW 05 Kampung Mangkuyudan.

Dalam kesempatan ini pula, Haryadi Suyuti meresmikan ulang tetenger yang ada di wilayah RW 05 Mangkuyudan. Tetenger yang dibangun sejak tahun 90an ini ada tersebar di enam titik.

"Tetenger ini pula merupakan simbol sebagai bagian dari tempat warga untuk berkumpul melakukan kebaikan, Semoga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh masyarakat perangkat RT dan RW untuk kesejahteraan dan perdamaian," tandas Haryadi.

Sementara Ketua RW 05 Mangkuyudan, Ganang Iwan Surya Yudha menambahkan, Kelompok Wanita Tani saat ini sedang panas-panasnya menghijaukan wilayah RW 05 mangkuyudan.

"Meskipun saat ini baru di RT 19 dan sebagian ada di RT 18 Insya Allah secepatnya semoga ada yang menunjang. Sehingga warga dapat melebarkan cakupan tanaman sayuran hingga ke RT 17 dan RT 16. Dengan demikian dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar," terangnya.

"Kegiatan ini Saya rasa sangat bermanfaat, karena kita bisa memanen sayur-sayuran dari produk kita sendiri," tutupnya.

Mantri Pamong Praja Kemantren Mantrijeron, Affrio Sunarno menambahkan, kita itu merasa cukup panjang perekonomian ini lumpuh karena pandemi Covid-19. Maka pihaknya sangat mengapresiasi masyarakat yang mau untuk memberdayakan dirinya sendiri.

"Kami posisikan betul-betul dan sangat kita hargai dan juga sangat kita backup kegiatan-kegiatan seperti ini. termasuk dari Dinas Pertanian selalu berkoordinasi dengan kami," lanjutnya.

"Kebetulan di Kemantren Mantrijeron itu gapoktan banyak sekali, Mereka yang berupaya untuk menghidupi diri mereka sendiri untuk bangkit dan kami dimudahkan dalam pembinaan. Kalau bahasa Jawanya 'nglawehi' mereka sudah berjalan kami tinggal menghubungkan dengan sumber-sumber tertentu, misalnya penyediaan media tanam, pupuk dan sebagainya," tutupnya.(*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini