masih-ada-guru-berpikir-kendaraan-diesel-identik-asap-tebalWahyu Imam berfoto bersama sejumlah guru di SMK Muhammadiyah 1 Lendah. (istimewa)


Siaran Pers
Masih Ada Guru Berpikir Kendaraan Diesel Identik Asap Tebal

SHARE

KORANBERNAS.ID, KULONPROGO—Ada cerita lucu ketika Astra Isuzu Motor Yogyakarta berkunjung ke SMK Muhammadiyah 1 Lendah di Kulonprogo. Kunjungan ini dalam rangka kegiatan sosialisasi kendaraan berteknologi Euro 4 sebagaimana digaungkan oleh pemerintah.


Saat penyampaian informasi terkait teknologi Euro 4 pada kendaraan Isuzu, sejumlah guru terlihat kaget. Seolah tidak percaya, kalau kendaraan bermesin diesel sekarang ini, sudah sedemikian berkembang dan maju.


“Masih ada guru yang berpikir kalau kendaraan bermesin diesel itu identik dengan asap tebal berwarna hitam dan suara mesinnya kasar,” kata Field Advisor Astra Isuzu Motor Yogyakarta, Wahyu Imam dalam rilisnya, belum lama ini.

  1. pun kemudian bercerita panjang lebar tentang perkembangan kendaraan bermesin diesel saat ini. Dulu, mesin diesel pada kendaraan, masih mengaplikasikan teknologi injection pump dan boss pump. Tapi sekarang ini, kendaraan diesel sudah mulai mengaplikasikan sistem common rail sehingga jauh lebih baik dan bersuara halus. Apalagi dengan penerapan teknologi yang mengacu pada standar Euro 4, maka asap yang keluar dari dapur pacu dan knalpot kendaraan jauh lebih bersih. Sehingga pengendara lain yang berada di bagian belakang mobil berteknologi ini, tidak lagi buru-buru menyingkir menghindari asap pekat yang keluar dari knalpot.

Di hadapan 20-an guru SMK Muhammadiyah 1 Lendah yang memiliki jurusan otomotif, Wahyu menyampaikan berbagai hal terkait Euro Emission standard. Standar gas buang Euro, adalah standar emisi gas buang yang dikeluarkan oleh European Union, yang bertujuan untuk memperkecil dampak pencemaran yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor.


Pemerintah RI mencanangkan standar emisi ini, karena ingin memiliki komitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen. Indonesia juga berkomitmen mengejar ketertinggalan dari negara lain yang sudah lebih dulu menerapkan standar Euro 4 hingga Euro 6.

“Sejumlah guru memahami standar Euro 4 ini sebatas pemikiran bahwa kendaraan ini sudah berteknologi canggih dengan sistem full electronic. Sehingga bengkel bengkel konvensional tidak akan bisa menanganinya. Tidak sepenuhnya keliru. Tapi yang utama sebenarnya adalah bahwa kendaraan kami sekarang memiliki teknologi sehingga emisi gas buangnya sangat ramah lingkungan. Karena standar gas buangnya harus bagus, maka engine atau mesinnya harus mengikuti teknologinya. Itu yang kami sebut dengan engine management system (EMS),” kata Wahyu menerangkan.

Teknologi ini, menyematkan ECU atau Electronic Control Unit. Yakni teknologi yang akan mengontrol sepenuhnya seluruh operasional yang dilakukan mesin kendaraan. Teknologi ini mampu mengatur suplai udara dan bahan bakar yang masuk ke ruang pacu kendaraan. Suplai udara dan bahan bakar ini disesuaikan dengan kecepatan kendaraan, muatan atau beban kendaraan.

  1. ini memungkinkan kendaraan beroperasional dengan efisien, tapi tetap bertenaga sesuai kebutuhan.

“Jadi berbeda dengan dulu. Kami sudah mulai menerapkan teknologi common rail ini sejak 2011. Yakni pada kendaraan truk besar kami, Giga,” lanjutnya.

Selain memenuhi imbauan pemerintah terkait sosialisasi standar emisi Euro 4, sosialisasi ke sekolah-sekolah ini juga strategis dan memiliki peran penting untuk menjembatani kesenjangan antara industri dengan dunia pendidikan.

Astra Isuzu Motor Yogyakarta bergandengan tangan dengan Astra Isuzu Motor Indonesia, berkepentingan dalam jangka panjang untuk mempersempit kesenjangan pengetahuan yang terjadi ini.

“Sebagai perusahaan yang fokus pada kendaraan bermesin diesel, baik kendaraan niaga ataupun passanger car, kami merasa perlu terus meng-update pengetahuan dan skill kepada dunia pendidikan. Bayangkan saja, alat praktek untuk mesin diesel masih produksi tahun 60-70 an, yakni mesin diesel DongFeng yang biasa dipakai untuk genset,” kata Wahyu mengungkapkan. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini