Rabu, 27 Okt 2021,


masih-ada-tiga-kalurahan-berstatus-merahPetugas Keamanan Bank Mandiri Kantor Cabang Sleman mengecek suhu tubuh nasabah sebelum masuk kantor bank tersebut. (warjono/koranbernas.id)


Warjono
Masih Ada Tiga Kalurahan Berstatus Merah

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Tiga kalurahan di Sleman yakni Caturtunggal Kapanewon Depok, Lumbungrejo Tempel dan Umbulharjo Cangkringan, sampai saat ini masih berstatus merah. Kendati kasus positif Covid-19 terus mengalami penurunan, masyarakat diminta tetap waspada dan tidak mengendorkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.


Jumlah kalurahan dengan status zona merah (tingkat penularan tinggi-red) ini, tercatat sudah mengalami penurunan dari sebelumnya sepuluh kelurahan. Penurunan kasus Covid-19 di Kabupaten Sleman pada September memang terus berlanjut. Saat ini, jumlah kalurahan zona hijau atau tidak ada penularan sama sekali tercatat sembilan kalurahan.

  • Pergelaran Macapat Massal Libatkan 250 Peserta
  • TMMD Selesai dengan Hasil Memuaskan

  • Berdasarkan peta epidemologi Covid-19 Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman per 19 September, dari 86 kalurahan sebanyak sembilan kalurahan masuk zona hijau. Angka ini bertambah enam kalurahan dari peta epidemologi sebelumnya.

    Adapun jumlah kalurahan yang masuk zona oranye (tingkat penularan sedang) sebanyak 13 kalurahan, atau turun tujuh kalurahan dari sebelumnya 20 kalurahan.  Sisanya sebanyak 61 kalurahan masuk zona kuning atau tingkat penularan Covid-19 rendah.

  • Beragam Masalah Hambat Tumbuhnya BUMDes
  • Tim Mabes TNI Tinjau TMMD Sleman

  • Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama tetap mewaspadai ancaman gelombang ketiga. Apalagi saat ini pemerintah terus memberikan kelonggaran bagi masyarakat untuk melaksanakan PPKM Level 3. Sampai saat ini, akumulasi kasus aktif positif Covid-19 di Sleman masih tercatat sebanyak 714 kasus.

    “Sebanyak 150 kasus dirawat di rumah sakit, 16 kasus di isoter dan 548 kasus menjalani isoman. Total kasus aktif Covid-19 masih 714 kasus,” kata Cahya, Rabu (22/9/2021).

    Meski kasus terus menurun, Cahya tetap meminta masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan mewaspadai kemungkinan lonjakan kasus gelombang tiga.

    Dia lantas menunjuk kasus di negara-negara lain yang juga mengalami penyebaran Covid-19 gelombang ketiga. Cahya meminta masyarakat dan seluruh pihak bersama-sama menjaga, jangan sampai kasus serupa dialami Indonesia, termasuk di Sleman.

    “Kami mengingatkan lagi agar masyarakat tidak boleh lengah dengan penurunan kasus yang terjadi saat ini. Covid-19 merupakan penyakit menular yang tidak bisa diabaikan,” kata Cahya.

    Untuk mencegah terjadinya penularan, semua pihak harus memiliki kesadaran diri menerapkan prokes dengan ketat. Sebab upaya pencegahan penyebaran virus Corona ini tidak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga perlu dukungan kedisiplinan masyarakat.

    “Kuncinya pada penerapan prokes. Masyarakat harus bersama-sama menjaga prokes dengan tepat di tengah kondisi peloonggaran PPKM. Jangan abai dan perhatikan prokes. Perhatikan prokes,” katanya berulang kali.

    Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan, per Rabu (22/9/2021) tercatat 28 kasus positif Covid-19 dengan 104 kasus sembuh dan empat kasus kematian.

    Dia berharap warga tetap menerapkan protokol kesehatan baik 3M maupun 5M untuk mencegah terjadinya penularan kasus baru. “Meski sudah divaksin, kami berharap agar masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Mencuci tangan pakai sabun, memakai masker dan menjaga jarak minimal 1,5 meter,” harap Evie. (*)


    TAGS: Sleman  kalurahan 

    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini