Rabu, 29 Sep 2021,


memasuki-masa-pensiun-kadinkes-sleman-paparan-soal-penanganan-covid19Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo, menerima kenang-kenangan berupa karikatur dari wartawan Sleman, Kamis (29/7/2021). (istimewa)


Nila Hastuti
Memasuki Masa Pensiun, Kadinkes Sleman Paparan Soal Penanganan Covid-19

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Saat memasuki masa pensiun pada 31 Juli 2021, Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo, memaparkan progres penanganan kasus Covid-19 di Kabupaten Sleman di hadapan wartawan, Kamis (29/7/2021), di Pendopo Parasamnya Sleman.


Joko Hastaryo menyampaikan penambahan kasus positif Covid-19 harian masih fluktuatif. Belakangan cenderung agak naik, yakni 285 kasus pada Senin, 332 ksus pada Selasa, dan 386 ksus pada Rabu. Namun secara mingguan sudah ada kecenderungan menurun walaupun belum menukik tajam.


Perkembangan kesembuhan bertambah cukup lumayan di angka 326 pada Selasa dan Rabu menjadi 623. Namun kematian juga bertambah, di angka 14 untuk Selasa dan Rabu naik menjadi 29.

"Yang cukup menggembirakan, perkembangan kapasitas bed rumah sakit untuk bed kritikal 56 naik menjadi 224. Kemudian non-kritikal 58 jadi 95. Saat ini masih ada permintaan rumah sakit yang kosong, tetapi tidak setinggi awal Juli. Dengan kapasitas yang ada saat ini masih bisa menampung pasien yang rujukan maupun yang langsung ke IGD," kata Joko.


Menurut Joko, perhatian pemerintah pusat cukup tinggi terhadap penanganan Covid-19 dengan akan dibuatnya beberapa shelter terpusat maupun rumah sakit darurat sebagai sayap Rumah Sskit Sardjito dengan memanfaatkan gedung Madriyah Islamic Center. Sementara Gedung Uci dan Wisma Kagama akan menjadi sayapnya RSA. Konsep sayap seperti ini akan sangat membantu rumah sakit dalam penanganan pasien Coivd-19 karena bisa dimanfaatkan bagi pasien tidak harus menunggu di rumah sakit utama selama 14 hari. Namun bila kondisi sudah membaik, setelah 10 hari bisa dipindahkan ke rumah sakit sayap,” paparnya.

Menyinggung klaster Idul Adha, Joko menyampaikan secara keseluruhan lonjakan baru secara normatif baru dapat diketahui paling cepat seminggu dan 10 sampai 14 hari kemudian dari tanggal 20. Namun sampai saat ini belum ada klaster Idul Adha.

Joko mengaku prihatin saat mendengar adanya beberapa wartawan yang terkonfirmasi positif, karena ketugasannya banyak berhubungan dengan orang banyak. Sehingga berharap agar tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat dan bila bertemu dengan orang lain supaya menggunakan doble masker, karena dengan adanya varian baru penularannya cepat. Selalu jaga imun dengan makanan yang bergizi, ditambah vitamin.

Joko juga menyampaikan permohonan maaf bila ada komunikasi yang kurang lancar dan berjalan kurang baik serta menyampaikan terima kasih karena dengan pemberitaan di media terhadap penanganan Covid-19 akan sangat membantu pemerintah dan masyarakat. Bila ada berita yang mengagetkan, itu juga penting untuk mengingatkan masyarakat.

Joko berharap semoga silaturahmi dapat berjalan setelah purna tugas karena jalinan selama ini yang cukup baik.

Sementara Ketua Paguyuban Wartawan Pemkab Sleman (PWPS), Hasto Sutadi, menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama dan menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Dinas Kesehatan di bawah kepemimpinan Joko Hastaryo yang terbuka memberikan informasi selama ini.

Wartawan memberikan kenang-kenangan berupa foto karikatur Joko Hastaryo bersama wartawan yang meliput kegiatan di Sleman. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini