Rabu, 19 Jan 2022,


membangkitkan-kehidupan-sastra-lokal-dalam-festival-sastra-yogyakarta-2021Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi didampingi Yetti Martanti, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta dan beserta pegiat budaya saat pembukaan Festival Sastra Yogyakarta, Senin (29/11/2021) di Royal Malioboro Yogyakarta. (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Membangkitkan Kehidupan Sastra Lokal dalam Festival Sastra Yogyakarta 2021

SHARE

KORANBERNAS ID,KOTA JOGJA --  Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta menyelenggarakan Festival Sastra 2021. Rangkaian acara ini telah dilaksanakan sejak Agustus 2021 silam.


Puncak acara dilaksanakan selama tiga hari sejak 29 November hingga 1 Desember 2021. Program Ini bertujuan untuk membangkitkan denyut kehidupan sastra lokal di Yogyakarta sebagai Kota Budaya.

Rangkaian agenda yang diselenggarakan sejak Agustus 2021 lalu adalah: Musikal Hanacaraka, pameran virtual manuskript, sandiwara bahasa Jawa ‘Sinten Sik Remen”, pementasan sastra ‘Kidung Aksara Jawa’, talkshow sastra, workshop aksara Jawa Digital serta film sastra ‘Gegaraning Akrami”.

Pada kesempatan juga diselenggarakan talkshow dengan tema ‘ Membangkitkan denyut kehidupan sastra lokal di kota budaya, Yogyakarta. Selain Wakil Walikota akan hadir sebagai narasumber Paksi Raras Alit, dan BW Purbanegara.

"Dengan banyak kegiatan festival budaya yang diselenggarakan di Kota Yogyakarta diharapkan yang dapat melakukan kegiatan seni budaya tidak hanya seniman-seniman, tetapi juga masyarakat Jogja secara keseluruhan," terang Heroe Poerwadi, Wakil Wali Kota Yogyakarta saat membuka Festival Sastra Yogyakarta, Senin (29/11/2021) di Royal Malioboro Yogyakarta.

Kota Jogja tidak punya sumber daya alam, sangat berbeda dengan daerah lain yang kaya akan sumber daya alam. Maka tak heran beberapa daerah lain tersebut mencoba mengeksplorasi sumber daya alam yang ada untuk kemajuan wilayahnya.

"Kita di Kota Jogjakarta ini mau tidak mau harus jeli melihat potensi yang dimiliki, Contohnya apa yang bisa membuat kita hidup dan menghidupi di Jogja salah satunya adalah kebudayaan," imbuh Heroe.

"Sehingga cara pandang kami untuk menjadikan budaya tidak hanya sekadar untuk mencari penghidupan, tetapi jelas dia [kebudayaan] hidup di dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta," lanjutnya.

Makanya, Heroe melanjutkan, pemerintah kota Jogja mencoba agar energi yang hidup dan menghidupi juga bisa dilakukan oleh masyarakat.Dalam hal ini Pemkot Jogja mendorong gerakan Gandes Luwes itu agar nilai seni dan budaya yang ada di Yogyakarta itu juga dipahami dan dilakoni oleh anak-anak di sekolah.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti menjelaskan bahwa Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta, mengemban tugas penting untuk menjaga dan melestarikan kekayaan budaya tradisional. Gelaran Festival Sastra Yogyakarta 2021 ini juga mengemban peran untuk  mengembalikan marwah orang Jawa dalam berbahasa dan beraksara Jawa.

"Jika kita bicara budaya sastra dan aksara Jawa itu adalah bagaimana kebutuhan masyarakat ataupun generasi muda bisa melakukan kegiatan ini dengan gembira. Artinya bagaimana kemudian ini menjadi bagian dari kehidupan di masyarakat dan mereka bersukacita dalam rangka melestarikan dan mengembangkan bahasa dan aksara Jawa tersebut," papar Yetti.

"Kegiatan-kegiatan yang dilakukan di festival sastra ini banyak kegiatan yang kita kemas dan kita olah konstekstual dengan generasi muda saat ini, supaya bisa dinikmati dan dipahami dan juga bagaimana mereka bisa turut serta melestarikan dan mengembangkan khususnya sastra," lanjutnya.

Karena festival merupakan salah satu upaya untuk mendorong Masyarakat khususnya generasi muda untuk mencintai bahasa dan sastra Jawa. Jadi selama ini mungkin jika orang berbicara bahasa Jawa atau belajar tentang aksara Jawa itu merasa jadi beban dan sulit.

"Tantangannya adalah bagaimana kemudian mengemas ini menjadi sesuatu yang menyenangkan, sehingga mereka bisa belajar dengan berkembang," terang Yetti.

Festival sastra ini disebut Yetti telah disesuaikan. Kondisi Covid-19 yang tidak hanya mengubah daring menjadi offline saja, Tetapi bagaimana agar tetap bisa disajikan secara menarik meskipun hanya secara daring.

"Hal menarik nah ini yang menjadi pemikiran kami untuk kemudian melakukan sebuah hal-hal yang baru yang seharusnya tidak hanya memindahkan offline menjadi online saja," lanjutnya.

Agenda juga dimeriahkan dengan premier nonton bareng tayangan perdana Musikal Hanacaraka dan tayangan Pameran Virtual Manuskript Serat Langen Wibawa dan Sandiwara Bahasa Jawa dengan judul ‘Sinten Sik Remen’. Sedangkan premiere film sastra ‘Gegaraning Akrami’ akan ditayangkan pada akhir Desember 2021.

Masyarakat dapat menikmati agenda Festival Sastra 2021 ini melalui kanal youtube Pemerintah Kota Yogyakarta dan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, dengan jadwal sebagai berikut:

- Rabu 1 Desember pukul 19.00 = Musikal Hanacaraka
- Kamis 2 Desember pukul 19.00 = Pameran Virtual Manuskrip
- Jumat 3 Desember pukul 19.00 = Sandiwara Bahasa Jawa “Sinten Sik Remen”
- Sabtu 4 Desember pukul 19.00 = Talkshow Sastra
- Minggu 5 Desember pukul 19.00 = Pentas Kidung Aksara Jawa


Acara ini juga menampilkan pertunjukan sastra ‘Kidung Aksara Jawa’. Sebuah pertunjukan sastra yang dilakukan oleh sastrawan muda, para pemenang Kompetisi Bahasa Sastra. Mereka telah membawa nama harum Kota Yogyakarta sebagai Juara Umum Kompetisi Bahasa dan Sastra Tingkat DIY 2021. (ADV)

  • Saat Seniman Boneka Memasak Sebelum Manggung
  • Ketika Boneka Siap Berpesta



  • Siswa SMAN 10 Yogyakarta Pameran di TBY
  • Delapan Kecamatan di Jogja Ini Ramah Difabel



  • SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini