Kamis, 21 Okt 2021,


mengakui-kecolongan-bupati-minta-ketua-rt-dan-rw-waspadaKustini Sri Purnomo. (istimewa)


Nila Hastuti
Mengakui Kecolongan, Bupati Minta Ketua RT dan RW Waspada

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN--Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo meminta ketua RT dan RW meningkatkan pengawasan terhadap wilayah masing-masing. Hal ini diungkapkan, usai ditemukannya pabrik pembuatan obat telarang di Jalan Siliwangi, Ring Road Barat, Pelem Gurih, Banyuraden Gamping yang dilakukan beberapa waktu lalu.


“Kejadian ini bisa dikatakan kecolongan kita bersama dalam mengawasi lingkungan sekitar,” ungkap Kustini saat dikonfirmasi, Selasa (28/9/2021).


Kustini menuturkan, telah meminta informasi lebih lanjut usai penggeledahan yang dilakukan oleh Bareskrim Polri tersebut. Diketahui, lokasi tersebut memang terpantau sepi dan hanya beraktivitas di malam hari.

Warga di sekitar lokasi juga tidak mengetahui persis kegiatan di dalam tempat tersebut. Bahkan pekerja di dalam juga tidak pernah berinteraksi dengan masyarakat.


“Saya sudah kroscek, memang warga tidak ada yang tahu untuk apa. Tahunya hanya ada kendaraan keluar masuk saat malam hari. Jadi tidak banyak warga yang tahu,” terang Kustini.

Atas kejadian tersebut, Kustini meminta agar pihak RT dan RW meningkatkan pengawasan terhadap lingkungan. Pasalnya, dengan kejadian seperti itu, bisa mencoreng nama wilayah dan merugikan masyarakat sendiri.

“Saya minta RT dan RW agar lebih jeli, baik itu yang mau izin sewa, kontrak dan lain sebagainya. Harus benar-benar diawasi. Dan kegiatan ronda malam bisa lebih dimaksimalkan,” tegas Kustini.

Sebelumnya, Bareskrim Polri berhasil menutup dua pabrik obat terlarang yang salah satunya berada di Banyuraden, Gamping Sleman. Dari penutupan tersebut, ditemukan berbagai jenis butir obat siap edar jenis Hexymer, Trihex, DMP, double L, Irgaphan. (*)

 

 



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini