pasar-antik-dibuka-pengunjung-harus-taat-prokesSuasana Pasar Antik dan Vintage di Kompleks Pasar Seni Gabusan, Jalan Parangtritis KM 9,5, Bantul. (istimewa)


Sariyati Wijaya
Pasar Antik Dibuka, Pengunjung Harus Taat Prokes

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih, secara resmi membuka Pasar Antik dan Vintage di Kompleks Pasar Seni Gabusan (PSG), Jalan Parangtritis KM 9,5, Sabtu (4/12/2021) malam lalu. Pembukaan pasar ini disambut antusias masyarakat. Mereka nampak mendatangi lokasi pasar yang berada di tepi jalan raya, jalur utama wisata Bantul tersebut.


“Saya ke sini ingin melihat barang-barang antik. Saya kebetulan suka dengan barang antik dan vintage, termasuk repro. Saya tanya-tanya harga di sini, siapa tahu ada yang cocok,” kata Margo Laras, salah satu pengunjung warga Cepit, Pendowoharjo, Sewon kepada koranbernas.id, Senin (6/12/2021).

  • Kios Selesai Dibangun Listrik Belum Terpasang
  • Karya Mebel DIY Merebut Pasar Dunia

  • Pasar seni buka setiap hari pukul 10.00 WIB-21.00 WIB. Menurut Margo, para pengunjung pasar harus menaati aturan protokol kesehatan. Selain wajib mengenakan masker, saat di pintu masuk juga ada pemeriksaan suhu oleh petugas dan disediakan hand sanitizer.

    Irwan Kurniawan selaku  ketua Komunitas Pedagang Antik dan Vintage Yogyakarta (Kompakyo) mengatakan, jumlah pedagang yang turut andil ada 68 orang. “Kalau setiap malam minggu juga digelar lelang barang antik,” katanya.

  • 21 Kios Ludes Terbakar di Pasar Muntilan

  • Di pasar, lanjut Irwan, dijual banyak barang-barang antik dan vintage. Misal arloji, sepeda motor, lukisan, keris, radio lama, lampu-lampu, patung dan lainnya. “Pasar ini berbeda dengan klithikan. Misal di klithikan bisa jual kompor bekas, kalau di sini tidak. Kecuali itu kompor masa lalu, baru bisa. Jadi ada kualifikiasi barang yang  diperdagangkan,” katanya.

    Di antaranya, mengenai usia. Yang disebut antik adalah berusia ratusan tahun. Namun ada vintage dengan usia 50-an tahun serta menyediakan barang repro. Untuk harga, bervariasi. Ada yang murah, mulai Rp 5000 yakni postcard dan yang mahal hingga ratusan juta.

    “Kami berharap adanya Pasar Antik dan Vintage menjadi salah satu cara mendongkrak ekonomi di tengah pandemi Covid-19,” katanya.

    Hal senada dikatakan oleh Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih, saat membuka pasar tersebut. Bupati berharap keberadaan pasar mampu mendongkrak perekonomian masyarakat di masa pandemi.

    “Saya berharap juga keberadaan Pasar Antik dan Vintage di PSG bisa turut menggairahkan dan mendukung kemajuan UMKM di Bantul,” kata Bupati.

    Sebab, Bantul terkenal dengan industri kreatif serta UKMK-nya. “Maka keberadaan Pasar Antik dan Vintage saya harapkan juga mampu mendukung kemajuan PSG agar semakin ramai pengunjung,” kata Bupati.

    PSG sendiri menjual berbagai barang kerajinan yang ada di Bantul. (*)



    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini