Jumat, 17 Sep 2021,


pemakaman-mantan-bupati-kulonprogo-dihadiri-banyak-tokohUpacara pelepasan jenzah mantan Bupati Kulonprogo, Toyo S Dipo, dari rumah duka, Minggu (1/8/2021). (anung marganto/koranbernas.id)


Anung Marganto
Pemakaman Mantan Bupati Kulonprogo Dihadiri Banyak Tokoh

SHARE

KORANBERNAS.ID, KULONPROGO -- Jenazah Bupati Kulonprogo periode 2001-2011, H Toyo Santoso Dipo, dimakamkan di TPU Turip, Ngestiharjo, Wates, Minggu (1/8/2021) pukul 10.15 WIB. Upacara pemberangkatan jenazah dipimpin langsung Bupati Kulonprogo, Drs H Sutedjo.


Banyak tokoh hadir pada kesempatan tersebut. Mereka adalah Wakil Bupati Kulonprogo Fajar Gegana, Rois Syuriah PC NU Kulonprogo KH Syaifudin, Kepala Kantor Kemenag Kulonprogo Wahib Jamil, Ketua Kadin Kulon Progo H Kuswadi ST, Anggota DPRD DIY Fraksi PDIP Novidha Kartika Hadi, Kepala Inspektorat Daerah Kulonprogo Drs Riyadi Sunarto sekaligus Ketua Harian Kagama Kulonprogo, dan beberapa pejabat tinggi lainya di lingkungan Pemkab Kulonprogo.


Sutedjo sebagai wakil dari Pemerintah Kabupaten Kulonprogo dalam sambutan pelepasan jenazah mengatakan sangat merasakan duka yang mendalam. Toyo S Dipo merupakan sosok yang sangat berjasa bagi kemajuan Kulonprogo.

“Program beliau saat awal menjabat yaitu membangun desa, menumbuhkan kota dan juga tirta marga saras. Disiplin PNS mulai terbentuk berkat binaan dari Bupati Toyo Dipo,” ucapnya.


“Mega proyek yang ada di Kulonprogo merupakan rancangan mantan Bupati Toyo Dipo. Sebagai inisiator bandara, Toyo Dipo bekerja sama dengan Pemerintah Ceko pada tahun 2003 untuk mengadakan studi kelayakan. Pemikiran besar Toyo Dipo sangat bermanfaat  bagi rakyat Kulonprogo hingga dirasakan saat ini,” lanjutnya.

Sutedjo mengaku selama 10 tahun merasakan gemblengan dari Toyo Dipo. Sejak menjadi Kabag Pemerintahan Desa selama 5 tahun dan sebegai Asisten Daerah 1 selama 5 tahun. Banyak wejangan yang di berikan Toyo Dipo, terutama bagaimana cara mengentaskan permasalahan kemiskinan yang ada di masyarakat.

“Dengan sabar dan tekun, Toyo Dipo mencurahkan ilmunya kepada PNS yang ada di lingkungan Pemkab Kulonprogo,” katanya.

Sedangkan Ketua Kadin Kulonprogo, H Kuswadi ST, yang juga salah satu kerabat mantan Bupati Toyo S Dipo, mengungkapkan almarhum telah dirawat di RS Bethesda selama tiga bulan sejak bulan puasa lalu karena gerah sepuh (sakit tua).  

“Kami mewakili Kadin Kulonprogo maupun keluarga sangat berduka atas meninggalnya beliau. Pengusaha Kulonprogo sangat merasa kehilangan sosok beliau yang sangat memperjuangkan kepentingan pengusaha lokal Kulonprogo untuk dapat berkiprah dan menjadi tuan rumah di wilayahnya sendiri. Semoga arwah beliau diterima oleh Allah SWT dan diampuni segala dosa-dosanya,”kata Kuswadi.

Kepala Inspektorat Daerah, Drs Riyadi Sunarto, yang sekaligus menjabat Ketua Harian Pengurus Cabang Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) Kulonprogo, mengungkapkan sangat terpukul atas berpulangnya Toyo S Dipo. Almarhum pernah menjabat  sebagai Ketua Umum KAGAMA Kulonprogo periode 2005–2010.

Banyak kegiatan yang dampaknya di rasakan oleh masyarakat Kulonprogo. Program pemberdayaan masyarakat pedesaan, mulai dari bantuan ribuan bibit pohon Nanas di wilayah Samigaluh maupun pendampingan di beberapa desa yang menjadi program pengentasan kemiskinan. Hal ini sangat dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

“Pemimpin seperti pak Toyo yang mau langsung turun ke rakyat kecil untuk mendengar langsung apa yang menjadi keinginannya. Beliau sangat dekat dengan rakyat sehingga tidak ada sekat antara Bupati dengan rakyat kecil. Saya juga bersaksi pada saat menjabat Bupati begitu banyak rakyat yang ditemui beliau walau sampai dini hari hanya untuk mendengar aspirasinya,” kata Didik, panggilan akrab Riyadi Sunarto. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini