pengadilan-agama-kebumen-menyidangkan-100-perkara-di-kecamatan-gombong-dan-prembunPengambilan nomor antrean sidang di Pengadilan Agama Kebumen. (nanang w hartono/koranbernas.id)


Nanang W Hartono
Pengadilan Agama Kebumen Menyidangkan 100 Perkara di Kecamatan Gombong dan Prembun

SHARE

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Pengadilan Agama Kelas 1 A Kebumen berencana menggelar sidang 100 perkara di Kantor Kecamatan Gombong dan Prembun.


Kepastian sidang di luar gedung pengadilan itu diperoleh setelah Bupati Kebumen Arif Sugiyanto dan Ketua PA Kebumen Dr Drs H Suryadi HS SH MH, Selasa (11/1/2022), menandatangani Nota Kesepahaman Pelaksanaan Pakades (Pelayanan Khusus Administrasi Pengadilan di Desa).


Arif Sugiyanto mengatakan, banyak warga Kebumen yang akan berperkara di Pengadilan Agama Kebumen mengalami kesulitan, karena jauhnya tempat maupun kesulitan transportasi menuju kantor Pengadilan Agama Kebumen.

Inovasi Pakades merupakan jawaban untuk memberikan kemudahan sekaligus mendekatkan layanan kepada masyarakat pencari keadilan yang akan berperkara di Pengadilan Agama Kebumen. “Tidak perlu jauh-jauh ke Kebumen karena perkara bisa ditangani di kecamatan,” ujarnya.


Wakil Ketua Pengadilan Agama Kebumen Drs H Muhamad Dihan MH kepada koranbernas.id, Rabu (12/1/2022),  menjelaskan sidang 100 perkara di luar gedung pengadilan, tempatnya di Kantor Kecamatan Gombong dan Prembun.

Perkara yang disidangkan merupakan kewenangan Pengadilan Agama. Adapun para pihaknya berdomisili di sekitar Gombong dan Prembun. Pemilihan dua Kecamatan itu tidak berarti perkara di dua kecamatan itu tinggi.

Program Pakades dimaksudkan untuk mengurangi hambatan para pihak yang kurang mampu di antaranya tranportasi lebih dekat.

Meskipun di luar gedung pengadilan, pelaksanaan sama dengan sidang di gedung Pengadilan Agama. "Hukum acaranya sama," kata Muhamad Dihan.

Humas Pengadilan Agama Kebumen Sardi SAg menambahkan, seratus perkara itu jumlah terbanyak perkara yang akan disidangkan di Gombong dan Prembun tahun 2022.Tidak ada kuota dan batas waktu sidang 100 perkara.

“Seratus perkara tidak berarti 50 perkara di Gombong, 50 perkara lainnya di Prembun," kata Sardi. Bisa saja, sidang di Gombong jumlah perkaranya lebih banyak atau sebaliknya di Prembun lebih banyak.

Hal itu tergantung jumlah permohonan dengan domisili para pihak di Gombong dan Prembun sekitarnya.

Sistem antrean sidang sama seperti sidang di Kantor Pengadilan Agama, menggunakan sistem eletronik dengan inovasi Asowae yaitu antrean sidang via WA.

Antrean sidang bisa diambil tiga hari sebelum sidang atau berdasarkan waktu kedatangan di PA Kebumen. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini