Jumat, 17 Sep 2021,


pengawasan-warga-yang-isoman-bakal-diperketatFajar Gegana, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kulonprogo. (anung marganto/koranbernas.id)


Anung Marganto
Pengawasan Warga yang Isoman Bakal Diperketat

SHARE

KORANBERNAS.ID, KULONPROGO -- Gugus tugas Covid-19 Kulonprogo akan meningkatkan pengawasan terhadap warga yang melakukan isolasi mandiri (isoman) untuk menekan tingginya kasus kematian pasien terkonfirmasi Covid-19.


Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana, yang sekaligus Wakil Bupati Kulonprogo, menegaskan pihaknya akan memerintahkan Panewu dan Lurah agar segera memantau pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayahnya yang melakukan isoman.

  • Keluar Rutan Harus Bisa Baca Alquran

  • “Tujuan dari pengawasan itu untuk dapat melakukan penanganan yang tepat terhadap pasien terkonfirmasi Covid-19 yang melakukan isoman. Diharapkan jika membutuhkan bantuan, baik Panewu ataupun Lurah, dapat melakukan koordinasi terhadap tenaga kesehatan (nakes) untuk segera direkomendasikan ke isoter,” kata Fajar Gegana, Senin (13/9/2021) malam.

    Fajar berharap pasien Covid-19 yang isoman dapat ditangani dengan baik sehingga kasus kematian dapat dicegah. Hal ini dikarenakan tidak menutup kemungkinan pasien Covid-19 yang terlihat baik-baik saja, berpotensi menjadi lebih parah jika tidak tertangani dengan baik.


    Fajar Gegana juga menginformasikan, capain vaksinasi di Kulonprogo untuk dosis pertama telah mencapai 61 % dari total 342.720 sasaran, menempati urutan ke-3 di DIY di bawah Kota Yogyakarta dan Sleman.

    “Kegiatan vaksinasi terus kita tingkatkan hingga target 75% dosis pertama bisa tercapai di akhir September ini dan 100% pada akhir Oktober 2021. Kemudian vaksinasi ke-2 akan kita targetkan selesai pada Desember 2021,” ujarnya.

    Fajar juga menyoroti masalah mobilitas penduduk di Kulonprogo paling rendah di angka -7 dan paling tinggi Sleman di angka 12,2. Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat Kulonprogo sangat tinggi untuk tetap tinggal di rumah jika tidak ada keperluan medesak.

    Sedangkan realisasi APBD untuk percepatan gerakkan ekonomi masyarakat, terutama untuk Bantuan Sosial (Bansos), menurut Fajar cukup tinggi, sebesar 56,8 %. Hal ini menjadi faktor seriusnya penangan Pemkab Kulonprogo dalam penangan Covid-19.

    Ketua Komisi 1 DPRD Kulonprogo, Suharto, yang juga Ketua DPD Golkar Kulonprogo, sangat mengapresiasi hasil kerja keras Tim Gugus Tugas Covid-19 yang telah berhasil menurunkan level PPKM dari level 4 menjadi level 2. (*)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini