Selasa, 24 Mei 2022,


perbup-jam-istirahat-anak-disosialisaikan-untuk-mencegah-aksi-kejahatan-jalananWakil Bupati Sleman Danang Maharsa menghadiri sosialisasi Perbup tentang jam rumah/jam istirahat anak, Senin (17/1/2022). (istimewa)


Nila Hastuti
Perbup Jam Istirahat Anak Disosialisaikan untuk Mencegah Aksi Kejahatan Jalanan

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melakukan sosialisasi mengenai Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 45 Tahun 2022 terkait jam rumah atau jam istrahat anak, Senin (17/1/2022), di Aula Lantai III Kantor Sekretariat Daerah setempat.


Sosialisasi yang diinisiasi Bagian Kesra Setda Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Dinas P3AP2KB ini menyasar seluruh remaja yang tergabung dalam sejumlah organisasi.


Kepala Bagian Kesejahteraan Setda Kabupaten Sleman, Mustadi,  menyampaikan sosialisasi tersebut merupakan tindak lanjut dari audiensi Bupati Sleman dengan Forum Anak Sleman (FORANS) beberapa waktu lalu.

"Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya nyata dalam rangka membantu meminimalkan kejahatan yang dilakukan anak/remaja di jalanan," kata Mustadi.


Mustadi juga mengatakan kegiatan sosialisasi ini juga diharapkan membantu terbukanya wawasan remaja dalam menyalurkan energi lebih yang dimiliki secara positif untuk mendukung gerakan Sleman Menuju Remaja Kreatif, Mewujudkan Remaja Kreatif.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan sosialisasi. Danang menjelaskan sosialisasi Perbup No  45 Tahun 2020 tentang Jam Rumah/Jam Istrirahat Anak merupakan salah satu upaya mewujudkan perlindungan terhadap anak serta kesejahteraan keluarga.

“Saya berharap kegiatan sosialisasi ini dapat menjadi wahana edukasi bagi seluruh pihak yang terlibat, baik anak, orang tua komponen masyarakat lain serta perangkat dinas teknis,” katanya.

Perbup No 45 Tahun 2020 ini tidak hanya sebagai upaya untuk membatasi kegiatan anak di luar rumah, utamanya pada pukul 22:00 hingga pukul 04:00.

Upaya ini diharapkan juga mampu mengoptimalkan jam belajar pada malam hari dan memperbesar peluang orang tua mengarahkan serta mengawasi kegiatan anak pada hal-hal yang positif.

Saat ini kejahatan jalanan kembali marak terjadi di Kabupaten Sleman sehingga perlu ada upaya memberikan perlindungan kepada anak agar tidak menjadi korban atau jangan sampai malah menjadi pelaku kejahatan jalanan.

"Tentu saja upaya ini harus diiringi dengan berbagai upaya lainnya seperti penguatan fondasi nilai-nilai spiritual, menyediakan serta memfasilitasi ruang kreativitas untuk anak dan lain sebagainya,” jelas Danang. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini