Rabu, 27 Okt 2021,


pkl-akhirnya-bersedia-direlokasi-ke-rumah-boroLokasi PKL klithikan di Jalan Pramuka Purworejo. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)


Wahyu Nur Asmani EW
PKL Akhirnya Bersedia Direlokasi ke Rumah Boro

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo melalui Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian, Dinas Lingkungan Hidup dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengajak musyawarah pedagang kaki lima (PKL) klithikan di Jalan Pramuka.


Tujuannya agar mereka bersedia direlokasi ke Rumah Boro, sebelah barat Pasar Suronegaran. PKL klithikan saat  ini menempati badan jalan sepanjang Jalan Pramuka depan Pasar Suronegaran. Warga mengeluh karena kumuh dan mengganggu pejalan kaki.


Ketua RW 04 Kampung Brengkelan Kelurahan Purworejo, Abdurrahman, merasa keberatan dengan keberadaan PKL rongsok atau klithikan tersebut.

“Klithikan itu memakan badan jalan, pengguna jalan banyak terganggu. Saya berharap segera direlokasi, jangan sampai terjadi kecelakaan lalu lintas,” ujarnya usai audensi dengan dinas terkait di serambi Masjid Nurul Huda Jalan Pramuka Purworejo, Rabu (22/9/2021). Harapannya dengan direlokasi, Jalan Pramuka bersih tidak kumuh.


Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian melalui Kabid UMK, Wahyu Joko Triyanto, mengatakan ada pengaduan masyarakat yang keberatan terkait pemanfaatan Jalan Pramuka untuk PKL.

“Pemakai jalan merasa kurang nyaman. PKL klithikan memanfaatkan bahu jalan dan trotoar, yang jelas melanggar jalan," terang Joko.

Dia menegaskan Jalan Pramuka bukan zonasi PKL. “Kami mengambil kebijakan penataan relokasi PKL klithikan dan rongsok. Kami mencoba memberikan solusi dan rapat lintas OPD Kebersihan, Keindahan dan Keamanan (K3), rencana relokasi PKL klithikan ke Rumah Boro,” jelasnya.

Kepala Satpol PP melalui Kabid Penegakan Perda, Endang Muryani, menegaskan PKL klitikan tersebut ilegal alias tidak memiliki izin.

“Kami mengajak PKL pindah ke sana (Rumah Boro) demi ketertiban dan keindahan. PKL klithikan melanggar dua peraturan, lokasi tersebut bukan zona PKL dan larangan penggunaan bahu jalan,” ujar Endang.

Diakui, dirinya tidak suka dengan dengan pekerjaan ini (relokasi) tetapi itulah tugas pokok dan fungsi instansinya. “Kami memberi solusi,” jelasnya.

Pemkab menitipkan pekerjaan relokasi itu ke Santoso selaku pengelola Rumah Boro.

Penanggung jawab Rumah Boro, Santoso, yang beralamat di kampung Sumurdowo RT 5 RW 3 Kelurahan Purworejo mengatakan bersedia menerima PKL klithikan.

“Lokasi rumah Boro tempatnya tanahnya miring, kalau hujan sering banjir. Mohon pemkab memfasilitasi pembenahan, agar pedagang maupun pembeli nyaman,” jelasnya.

Dinas terkait dan PKL berembug. Akhirnya disepakati tiga poin. Pertama, PKL direlokasi di halaman pondok Boro. Kedua, sebelum pindah tanah Rumah Boro diurug dan dipasang paving. Ketiga, pengelola Rumah Boro (Santoso) sebagai pelaku penataan relokasi.

Ketiga kesepakatan tersebut ditandatangani dinas terkait, perwakilan PKL klithikan Yusuf serta Santoso selaku pengelola Rumah Boro. (*)


TAGS: PKL  relokasi 

SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini