pks-bantul-dukung-umkm-berkembangKegiatan Business Opportunity  Expo  “Pasar Kita Semua" (BOE PKS) UMKM Unggul se-Kapanewon Bantul di Padepokan Suluh Sasmita Ringinharjo, Minggu (2/20/2022). (istimewa)


Sariyati Wijaya
PKS Bantul Dukung UMKM Berkembang

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bantul menggelar kegiatan Business Opportunity Expo “Pasar Kita Semua" (BOE PKS) UMKM Unggul se-Kapanewon Bantul di Padepokan Suluh Sasmita Ringinharjo, Minggu (2/20/2022).


Kegiatan yang dibuka oleh Ketua DPD PKS Kabupaten Bantul,  Agung Laksmono M Sc M Ling  ini diikuti 55 UMKM. Turut hadir Ustadz Muhammad, Kepala Bidang Pengembangan Jaringan Ekonomi DPD PKS Bantul.


Susiawan Indramala selaku ketua panitia mengatakan  kegiatan tersebut merupakan wujud  nyata kepedulian dan andil PKS menggerakkan ekonomi masyarakat. Termasuk di sana adalah UMKM yang lahir di Kapanewon Bantul.

"Kami selaku panitia membagikan 300 voucher kepada masyarakat umum. Ini sekaligus ingin memberitahu kepada masyarakat bahwa PKS memiliki kontribusi yang nyata dalam hal mendukung UMKM agar terus tumbuh dan berkembang. Setidaknya kami sekarang membina 180 UMKM,” kata Indra yang juga Ketua DPC PKS Bantul itu.


Agung Laksmono menambahkan spirit  dalam melaksanakan kegiatan tersebut adalah Islam rahmatan lil 'alamin. Yakni bagaimana PKS berkomitmen memberikan kontribusi ekonomi bagi pemberdayaan masyarakat sebagaimana yang telah dilakukan terlebih dahulu oleh Serikat Dagang Islam  pada 1905.

"Apa yang dilakukan Serikat Dagang Islam pada saat itu memberikan inspirasi kepada siapa pun yang berusaha membangkitkan perekonomian. Hal serupa harus terus kita upayakan, salah satunya Bussiness Opportunity Expo "Pasar Kita Semua", ungkapnya.

Kegiatan BOE PKS, lanjut Agung, merupakan kebijakan yang diimplementasikan di lima DPD yang mencakup 76 kapanewon dan kalurahan se- Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"PKS berkomitmen mendorong UMKM yang merupakan bagian dari perekonomian rakyat. Mengingat saat ini para pelaku UMKM mengalami berbagai tantangan. Salah satu tantangan adalah karena pandemi yang menyebabkan kondisi ekonomi stagnan, yang selanjutnya berdampak pada keterbatasan modal dan produksi para pelaku UMKM,"  jelas Agung.

PKS berupaya program seperti ini berkelanjutan dan lebih variatif baik secara offline maupun online.

Anggota Fraksi PKS DPRD Bantul, Sigit Nursyam Priyanto S Si, menilai antusiasme masyarakat yang berpartisipasi dalam acara tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat akan adanya fasilitasi untuk  mempertemukan penjual dengan pembeli memang perlu dilakukan.

“Dalam masa pandemi kegiatan jual beli juga ada perbedaan dengan sebelumnya di mana banyak masyarakat yang melakukan belanja secara online. Ini juga harus kita dorong pasar online misal dengan grup WhatsApp,” katanya.

Lalu menggelorakan gerakan Jajan Tonggo Nglarisi Konco (JAGORIKO) serta fasilitasi seperti kegiatan  BOE PKS. "Kami akan menindaklanjuti kecenderungan adanya transaksi online yang bisa dilakukan oleh masyarakat. Nanti kami di DPRD bisa berdiskusi dengan Kominfo untuk menyiapkan infrastruktur TI supaya masyarakat bisa memaksimalkan potensinya," paparnya.

Harapannya, apa yang diupayakan tersebut bisa menjadi kesatuan yang menarik dan solutif bagi masyarakat yang mengalami penghambat kegiatan perekonomian. (*)


TAGS: PKS  UMKM 

SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini