Selasa, 15 Jun 2021,


polwan-turun-langsung-mencegah-kerumunan-pengunjung-obyek-wisata Anggota Polwan Polres Kebumen berupaya mencegah kerumunan di Pantai Suwuk. (istimewa)


Nanang W Hartono
Polwan Turun Langsung Mencegah Kerumunan Pengunjung Obyek Wisata

SHARE

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN--Kerumunan pengunjung di destinasi wisata pantai, menjadi kekhawatiran penyebab penularan Covid-19. Karena itu Polwan Polres Kebumen turun langsung dan aktif mencegah terjadinya kerumunan di obyek-obyek .


Sejak dibukanya kembali destinasi wisata di Kebumen Minggu (16/5/2021), wisatawan lokal maupun luar Kabupaten Kebumen terlihat memadati sejumlah destinasi wisata.

  • Berstatus Tersangka, Ketua DPRD Kebumen Tak Hadiri Rapat Paripurna
  • Terapi Ini Bisa Sembuhkan Penyakit tanpa Obat

  • Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen mengatakan, situasi ini harus dicegah, karena pandemi Covid-19 masih ada.

    Pengelola destinasi wisata maupun wisatawan, harus punya komitmen menjalankan protokol kesehatan untuk meminimalisir risiko penularan virus Covid-19. Zona hijau atau daerah dengan risiko penularan dengan tingkat rendah, harus terus dijaga.

  • Setiap Tanggal 26 Warga Dengar Sirine Tanda Tsunami
  • Tiga Nama Berebut Kursi Sekda

  • Melalui patroli Polwan Operasi Ketupat Candi 2021, Polres Kebumen mengimbau kepada seluruh wisatawan untuk selalu patuh protokol kesehatan. Destinasi wisata pantai, dengan jumlah wisata terbanyak, menjadi lokasi kerumunan pengunjung. Patroli polwan menyambangi destinasi wisata Pantai Suwuk, mengimbau seluruh pengunjung pantai untuk selalu tertib protokol kesehatan.


    Menggunakan pengeras suara, petugas menyusuri selurus sudut objek wisata agar warga selalu ingat dan patuh protokol kesehatan.


    “Kegiatan yang dilakukan polwan sangat penting dan perlu dilakukan. Hal ini, supaya warga tidak meremehkan dan selalu menerapkan protokol kesehatan,” kata Tugiman, Senin (17/5/2021)

    Polres Kebumen, berupaya mencegah destinasi wisata menjadi klaster penyebaran Covid-19. Karena itu, mereka mengingatkan agar warga dan pengelola destinasi wisata tidak lalai dengan protokol kesehatan.

    Pengelola wisata menyiapkan sejumlah tempat cuci tangan maupun handsanitizer di pintu masuk objek wisata. Pengelola destinasi wisata juga wajib mengontrol jumlah wisatawan, yakni hanya mengizinkan sebanyak-banyaknya 30 persen dari kondisi sebelum pandemi Covid-19. (*)

     



    SHARE


    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini