Selasa, 24 Mei 2022,


prokus-kembangkan-potensi-506-kpm-di-diyPara peserta program Prokus yang diikuti PKM di DIY. (istimewa)


Yvesta Putu Ayu Palupi
Prokus Kembangkan Potensi 506 KPM di DIY

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Kementerian Sosial Republik Indonesia bekerja sama dengan Inkubator Bisnis Titipku memberikan pendampingan dan scale up bisnis kepada usaha Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) di DIY dalam program Prokus. Hingga saat ini sudah ada 506 KPM di Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman yang usahanya diberikan fasilitas pendampingan bisnis.


"Program ini bertujuan agar KPM selaku pemilik usaha dapat lebih meningkatkan kapasitas diri dalam mengelola usaha dan meningkatkan skala usahanya," ujar Ardhi Setyo Putranto selaku Head of Mentor Prokus, Kamis (12/5/2022).


Dalam Prokus ini, KPM selain mendapatkan support peningkatan kapasitas usaha, baik berupa modal maupun peralatan produksi, mereka juga mendapatkan workshop bisnis, mentoring bisnis, branding produk, dan peluang untuk usaha KPM dapat dipromosikan serta dipasarkan melalui jaringan pemasaran digital Titipku. Selain itu produk KPM juga difasilitasi dengan Virtual Expo yang bertujuan agar produk mereka lebih dikenal oleh masyarakat.

Sebab selama ini membuat pelaku usaha kecil tidak berkembang adalah keterbatasan akses pengetahuan, akses pemasaran, dan akses permodalan. Prokus dapat menjadi solusi dari ketiga hal tersebut.


"Semoga ke depannya semakin banyak KPM yang terberdayakan melalui Prokus," ungkapnya.

Sementara Henri Suhardja selaku Founder & CEO Titipku mengatakan dirinya merasa senang dapat berkontribusi untuk memberdayakan pelaku usaha kecil melalui kerjasama antara Kementerian Sosial dan Titipku melalui Prokus ini.

"Diharapkan program ini akan meningkatkan pemberdayaan masyarakat," ujarnya.

Salah satu KPM yang mendapatkan manfaat dari Prokus, Nanik Rahayu, seorang pemilik usaha tahu di Kabupaten Bantul, mengaku melalui pendampingan bisnis dari tim mentor Titipku dapat memberikan pengetahuan tambahan tentang strategi pengembangan bisnis mulai dari pengelolaan produksi, keuangan, pegawai, hingga pemasaran.

"Sekarang kami bisa memproduksi tahu dalam sehari mampu menembus penjualan hingga 100 kilogram," jelasnya. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini