puskesmas-mranti-purworejo-gelar-aksi-bergizi-di-sekolahPelajar mengikuti sosialisasi penggunaan aplikasi ceria pada Gelar Aksi Bergizi yang diselenggarakan Puskesmas Mranti Purworejo. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)


Wahyu Nur Asmani EW
Puskesmas Mranti Purworejo Gelar Aksi Bergizi di Sekolah

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Mranti Kabupaten Purworejo Jawa Tengah melaksanakan Gerakan Nasional Aksi Bergizi untuk Pelajar Putri. Kali ini sasarannya pelajar kelas 10 Sekolah Menengah Kejuruan Pembaharuan (SMK PN) dan SMK PN2.


Seksi Gizi Puskesmas Mranti Purworejo, Nuraini Aslining Suciani, mengatakan kegiatan kegiatan di dua sekolah tersebut bagian dari 17 Sekolah yang menjadi sasaran.


"Agenda Aksi Bergizi di SMK PN untuk siswi kelas 1 (kelas 10) diawali dengan senam sehat, minum pil penambah darah, memberi edukasi perlunya penambah darah untuk remaja putri. Selain itu dibutuhkan juga makanan bergizi seimbang," jelas Suci, sapaan akrabnya.

Pada aksi gizi tersebut juga dilakukan skrining pemeriksaan Hemoglobin (HB) dengan strip khusus. "Tingkat HB standar ukurannya sebesar 12, jika ada yang HB-nya berada di bawah angka 12, artinya harus diwaspadai, dan rutin minum vitamin penambah darah," jelasnya, Jumat (20/01/2023), di sekolah setempat.


Dalam kesempatan tersebut Suci juga mengajarkan siswi men-download aplikasi ceria guna mencatat jumlah minimal minum tablet penambah darah. Selain SMA dan SMK, Puskesmas Mranti juga menyasar remaja putri kelas 7 SMP.

"Kami sudah menyelesaikan 10 sekolah baik SMP maupun SMA, dan masih kurang tujuh sekolah yang akan kami laksanakan bulan Januari 2023," ujar dia.

Menurut Suci, tingkat HB menentukan kondisi kesehatan siswa. Jika HB-nya baik di atas 12 maka konsentrasi belajar tinggi, stamina bagus dan tidak mudah capek.

Apabila HB tetap bagus, berumah tangga dan memiliki anak, dapat mencegah timbulnya stunting (gizi buruk) pada anak. "Untuk menghindari stunting tidak bisa seketika, melainkan harus persiapan dari remaja," jelas Suci.

Darmono selaku Humas SMK PN mengatakan siswinya yang mengikuti program sejumlah 21 siswa terdiri siswi SMK PN 16 siswi dan SMK PN2 berjumlah 5 orang.

"Sekolah kami dominan siswanya laki-laki, sehingga jumlah siswi putri relatif sedikit. Pasca-kegiatan ini, kami akan proaktif dengan Puskesmas Mranti guna mendapatkan pil penambah untuk dibagikan siswi," jelasnya.

Salah seorang siswi peserta Aksi Bergizi, Khalifah Suriyono, kelas X DPIB (Desain  Permodelan dan Informasi Bangunan) merasa senang dengan kedatangan tim dari Puskesmas Mranti Purworejo.

"Saya merasa senang dengan kedatangan tim dari Puskesmas Mranti, karena dapat menambah wawasan tetang kesehatan perempuan, dan ternyata perempuan itu rentan kesehatannya. Di sini saya juga mendapat edukasi pentingnya hidup sehat dan tablet penambah darah," kata Alifah kepada koranbernas.id, melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (21/01/2023).

Siswi kelas X itu membeberkan kedatangan tim dari Puskesmas bertujuan untuk  mensosialisasikan tetang penting HB. "Ternyata jika sudah menikah dan akan memiliki anak namun HB-nya rendah  akan mempengaruhi ukuran dari anak tersebut seperti tubuhnya kecil berat badannya kurang (stunting),” kata dia.

Puskesmas menyarankan agar anak remaja perempuan rutin minum obat tambah darah dan makan makanan yang sehat dan bergizi agar HB-nya stabil atau baik. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini