Selasa, 17 Mei 2022,


rawraw-mengubah-keprihatinan-pandemi-menjadi-karya-seniPengunjung pameran Rawraw "The Garden of Memories” di ARTSPACE ARTOTEL Yogyakarta. (istimewa)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Rawraw Mengubah Keprihatinan Pandemi Menjadi Karya Seni

SHARE

KORANBERNAS ID, SLEMAN – Seniman Citra Pratiwi (Rawraw) menghelat pameran seni tunggal berjudul “The Garden of Memories” di ARTSPACE ARTOTEL Yogyakarta. Pameran seni yang telah berlangsung selama hampir dua bulan ini masih dapat disaksikan dengan protokol kesehatan yang ketat hingga 24 Oktober 2021.

Pada pameran tunggal kali ini Rawraw menghadirkan Bloom Series, sebuah seri tentang warna- warni bunga pada musim panas yang bermekaran. Bunga di musim panas, yang bertepatan dengan bulan Agustus bermekaran secara massal.

Sebuah metafora atas ingatan abadi atas sifat kehidupan yang fana. Juga sebuah ajakan untuk mengingat keindahan yang pernah terjadi di dalam kehidupan kita, untuk menumbuhkan rasa sayang kepada kehidupan diri kita sendiri dan juga bagi sesama dan semesta. Rawraw menampilkan visual berbentuk bunga, hati, boneka beruang dalam bentuk dua dimensi dan objek tiga dimensi.

Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta sejak level 4 hingga kini turun menjadi level 2 merupakan tantangan yang tidak bisa dihindari oleh pelaku seni dan penyelenggara pameran.

"Sebagai seniman saya berharap untuk tidak berhenti dan tidak menyerah dari keterbatasan yang ada. Pameran tunggal saya di artotel menjadi sebuah gelaran yang sangat berkesan," terang Citra Pratiwi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (21/10/2021).

Citra merasa beruntung mendapatkan momen di saat pandemi, karena di saat yang sama Ia bisa menjadikan momen prihatin ini kedalam bentuk karya yang bisa saya bagi ke banyak orang. Bagi Citra, pameran kali ini sangat mendalam, karena Ia diberi kesempatan memasuki ruang keprihatinan yang disebabkan pandemi sekaligus diberi kesempatan untuk berbagi rasa optimisme melalui karya.

"Situasi kompleks ini menjadi sebuah pengalaman kreatif yang saya syukuri bisa wujudkankan ke dalam karya," imbuh seniman dan kurator lintas disiplin ini.

Dia peraih Empowering Women Artists dari Yayasan Kelola dan pada 2017 dia mendapatkan kesempatan ASEAN residency program di Rimbun Dahan, Malaysia. Karya-karyanya banyak berbicara mengenai ingatan dan permasalahan masyarakat urban. Rawraw merupakan sebuah nama pseudo sekaligus studio eksperimen yang menanggapi tema-tema urban yang didirikan oleh Citra Pratiwi.

Pada Agustus silam, pameran ini akan dibuka oleh Suwarno Wisetrotomo secara daring. Citra Pratiwi atau Rawraw dalam pameran tunggal kali ini menampilkan 13 karya. Yaitu 8 karya dua dimensi dan 5 karya tiga dimensi. Warna dan tekstur merupakan ciri khas dalam karya Rawraw.

Warna bagi Rawraw bukan hanyalah sekedar isian tapi juga adalah objek, warna-warna yang hadir secara gestural dalam bentuk abstrak adalah sebuah lapisan perasaan. Rawraw ingin mengajak audiens untuk masuk ke dalam memori sekaligus sebuah refleksi dan penerimaan atas hal yang sifatnya tidak abadi. 

Berangkat dari konsep Ephemera yang merupakan sebuah kata yang digunakan untuk merujuk kepada sesuatu yang tidak kekal. Pada pameran kali ini, Rawraw menggunakan warna-warni bunga untuk melambangkan Ephemera. Menghadirkan bentuk yang menggugah kenangan kita melalui karyanya.

Rawraw juga menghubungkan benang merah Ephemera dengan konsep Buddhis di budaya Jepang yaitu Mono No Aware, sebuah bentuk kesadaran akan ketidak-kekalan sehingga membuat manusia memiliki empati terhadap hal-hal kecil.

Tuning Mamiek, General Manager ARTOTEL Yogyakarta menyatakan dukungannya dalam melakukan kegiatan pameran seni. "Ini merupakan bentuk dukungan terhadap industri kreatif khususnya di Yogyakarta," paparnya.(*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini