rumah-jogja-antik-menyerukan-perdamaian-melalui-seniPeresmian RJA Creative House yang berlokasi di Jalan Menayu Lor 2 Tirtonirmolo Kasihan Bantul yang dilanjutkan dengan pertunjukan seni, Sabtu (20/8/2022) malam. (sariyati wijaya/koranbernas.id)


Sariyati Wijaya
Rumah Jogja Antik Menyerukan Perdamaian Melalui Seni

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Rumah Jogja Antik (RJA) Creative House yang berlokasi di Jalan Menayu Lor 2 Tirtonirmolo Kasihan Bantul diresmikan oleh Wakil Direktur Bhinmas Polda DIY, AKBP Sulistyono, Sabtu (20/8/2022) malam. Peresmian dilanjutkan dengan pertunjukan dengan tema ”Seni untuk Menyuarakan Perdamaian” yang dilakukan sekumpulan anak muda dari berbagai latar belakang suku,  agama, sekolah dan kampus yang tergabung dalam RJA Creative House. Dalam tampilannya ada pementasan seni musik klasik dan band, wayang, pertunjukan tari dan puisi dalam semangat gotong royong.


Digelar juga acara sarasehan secara virtual dengan narasumber RA Esti Andayani duta besar RI untuk Italia, Mizwar Ibrahim Njong Sekretaris Jenderal Sentral Aktivis Dayah untuk Rakyat (SADaR) Banda Aceh dan Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI Hilman Farid.


Juga diubacakan 4 seruan damai dipimpin oleh Hafiz Arif Ashari. Seruan itu adalah: pertama, kepada pemimpin dunia agar senantiasa mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian. Kedua kepada pemimpin-pemimpin bangsa kita agar senantiasa memberi suri tauladan kepada masyarakat dalam tindakan maupun  ucapan, mengedepankan kepentingan dan keutuhan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Ketiga, kepada seluruh masyarakat Indonesia mari bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Republik Indonesia dengan sikap saling menghargai perbedaan, mengedepankan persaudaraan dan menjaga nilai-nilai bangsa kita.

“Serta keempat kepada orang tua kami tercinta, berilah kami limpahan cinta kasihmu sehingga kami juga mempunyai rasa cinta yang besar bagi apapun dan siapapun  yang kami hadapi,” kata Hafiz.


Sementara pemilik dan pengelola RJA, Theresia Maria Ninis mengatakan, jika gerakan yang mereka lakukan adalah berasal dari keinginan saat mereka sering bertemu dan berkumpul lalu  berdiskusi di tempat tersebut. Lalu munculah ide untuk menggelar kegiatan  dengan seni yang menyerukan perdamaian.

“Kami bergerak secara swadaya, gotong royong dan bersama-sama untuk bisa melaksanakan acara pada malam hari ini. Tidak ada sponsor, murni seruan ini dari hati nurani kami sekaligus juga dalam rangka memperingati 77 tahun kemerdekaan RI,” kata Maria Ninis kepada koranbernas.id di lokasi. Diharapkan apa yang disuarakan dari DIY ini bisa didengar ke seluruh Indonesia bahkan dunia. Juga seruan ini bisa diikuti  seluruh anak muda yang ada di Indonesia sehingga tercipta kedamaian di negara ini dan dunia. Dimana  diketahui pada belahan dunia yang lain masih ada yang berperang.

Sementara AKBP Sulistyono mengatakan pihak kepolisian menyambut baik kegiatan yang dilakukan para pemuda. Kegiatan positif yang menyerukan perdamaian. “Kami dukung dan tentu apresiasi acara pada malam hari ini,” katanya.

Secara virtual Esti Andayani mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh anak muda ini tentu sejalan dengan jiwa Bangsa Indonesia yakni gotong royong  dan kebersamaan. “Mari kita semua saling jaga, bagimana kita juga berteman, saling menghargai yang pada akhirnya akan membawa perdamaian diantara kita,” katanya. Sedangkan salah satu pengisi acara, penabuh drum cilik, Austin mengaku senang ikut tampil. “Persiapannya satu hari untuk latihan,” katanya. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini