Kamis, 05 Agu 2021,


satu-warga-meninggal-korban-covid-tulari-24-orang-di-playenWarga Kalurahan Dengok Kapanewon Playen dilakukan swab, pasca meninggalnya salah satu warga akibat Covid-19. (koranbernas.id/sutaryono)


Sutaryono
Satu Warga Meninggal Korban Covid, Tulari 24 Orang Di Playen

SHARE

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL -- Kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul semakin melonjak. Contohnya di Padukuhan Dengok II Kalurahan Dengok Kapanewon Playen. Setelah pekan lalu ada seorang warga meninggal dunia akibat Corona, dampaknya, kini sebanyak 24 warga yang merupakan saudara dan tetangga dekat, turut menjadi korban tertular virus Covid-19.


Suyanto selaku Lurah Dengok, Rabu (9/6/2021) siang, ketika diwawancarai pewarta menyebutkan kini tercatat ada 24 orang warganya yang terkonfirmasi positif. Sebagian besar dari kasus terkonfirmasi positif berada di Padukuhan Dengok II.


Ia menyebut, setidaknya ada sembilan Kepala Keluarga (KK) yang terkonfirmasi positif dari tracing warga meninggal terkonfirmasi positif Covid-19 pekan lalu. Diakui Suyanto, saat itu ada seorang warganya dengan status terkonfirmasi Covid-19 setelah dirawat dan kemudian dinyatakan meninggal dunia.

“Yang bersangkutan kemudian langsung dimakamkan dengan protokol kesehatan yang berlaku,” ujarnya.


Satgas Covid-19 Kapanewon Playen juga langsung menggelar tracing terhadap anggota keluarga yang diketahui melakukan kontak erat. Meski begitu, tes antigen pertama anggota keluarga pasien meninggal ini diketahui negatif. Pasca tes antigen tersebut, pada sore harinya, salah seorang anggota keluarga tiba-tiba mengeluhkan sesak nafas dan kemudian langsung dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan maupun perawatan.

“Saat dilakukan tes swab PCR ternyata positif. Kemudian Puskesmas bekerjasama dengan pihak terkait melakukan tracing terhadap anggota keluarga lainnya, serta warga masyarakat setempat yang diketahui sempat melakukan kontak erat,” tambah Suyanto.

Alhasil, ada 24 warga dari 12 KK yang terkonfirmasi positif. Mereka yang positif berasal dari Padukuhan Dengok II ada 10 KK, Padukuhan Dengok I ada satu KK, dan satu orang dari Padukuhan Dengok III. Hingga saat ini, petugas sendiri terus melakukan tracing.

“Rencananya, ada 15 orang akan dilakukan swab, sebab mereka sempat mengikuti tahlilan di rumah duka,” tandasnya.

Sementara untuk tiga KK lainnya kasus penularannya tidak diketahui. Seperti ada salah satu warga yang menderita penyakit TBC yang diantar istrinya ke rumah sakit, sepulang dari RS tersebut istri mengeluhkan batuk pilek seperti gejala Covid-19 dan dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan positif Covid-19.

“Satgas kalurahan dan puskesmas terus berusaha melakukan tracing untuk kasus-kasus yang terjadi ini,” imbuhnya.

Pekerja jasa angkut

Sementara itu, di Padukuhan Plebengan, Kapanewon Semanu, menurut sumber di Puskesmas Semanu II, diinformasikan warga yang meninggal dunia yang merupakan pasien Covid-19. Pemuda 33 tahun ini merupakan pekerja jasa angkut. Dirinya pernah dirawat di rumah sakit beberapa waktu yang lalu, kemudian bekerja kembali.

“Berdasarkan informasi warga, bahwa pemuda itu bekerja membantu pindahan rumah salah satu tetangganya,” tutur tenaga kesehatan di Puskesmas Semanu II yang tak ingin disebut namanya.

Sepulang mengantar barang milik tetangganya, sumber tersebut melanjutkan, pemuda tersebut mengalami sesak nafas. Kemudian dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan tes dan kemudian dinyatakan positif Covid-19, sebelum dikabarkan, Selasa (8/6/2021) kemarin, meninggal dunia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawati mengatakan penularan virus Corona hingga puluhan warga di Kalurahan Dengok dan Semanu ini belum disebut klaster. Hingga saat ini, yang ditetapkan sebagai klaster hanya penularan yang terjadi di pabrik tas di Kalurahan Bandung Kapanewon Playen.

Ditambahkan sejak awal pandemi, di Gunungkidul sudah ada 3.252 kasus, kasus sembuh ada 2.844 kasus. Untuk yang masih dalam perawatan ada 253 kasus, dan meninggal ada 155 kasus. Dengan masih banyaknya kasus Covid-19, maka pihaknya berharap perlunya kerja sama antara masyarakat dan pemerintah dalam mematuhi protokol kesehatan. (*)

 



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini