semoga-pemilu-tidak-menyusahkan-banyak-orangPembacaan Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2019 Angkatan Muda Forum Ukhuwah Islamiyah Yogyakarta bersama Seluruh Umat Islam Yogyakarta, Senin (05/11/2018) malam, di depan Masjid Dipowinatan Jalan Brigjen Katamso Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)


sholihul
Semoga Pemilu Tidak Menyusahkan Banyak Orang
Angkatan Muda FUI Yogyakarta Serukan Kampanye Damai
SHARE

KORANBERNAS.ID – Ketua Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Yogyakarta H Umar Said menyeru kepada semua kontestan maupun pendukung calon pada Pemilu 2019 bisa menahan diri dari perbuatan anarkis.


Ini dimaksudkan agar jalannya Pemilu Presiden (Pilpres) maupun Pemilu Legislatif (Pileg) utamanya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berjalan damai dan aman.

  • Anak-anak Bermata Bening Menatapnya Kagum
  • PDIP Bantul Target Raih Suara 75 persen

  • “Karena pemilu setiap lima tahun dilaksanakan, seyogianya tidak terjadi chaos atau perbuatan yang akhirnya menyusahkan banyak orang. Dengan kegiatan ini kita menyerukan supaya Pemilu 2019 berjalan dengan aman,” tuturnya, Senin (05/11/2018), di depan Masjid Dipowinatan Jalan Brigjen Katamso Yogyakarta.

    Kepada media sebelum naik mimbar guna menyampaikan tausiyah pada pengajian akbar Silaturahmi Umat Yogyakarta Bersama Mendukung Pemilu Damai sebagai Wujud Uswatun Hasanah, dia menyatakan di akhir perhelatan politik nanti, hendaknya pemenang jangan sombong sebaliknya pihak yang kalah jangan mengamuk.

  • Inilah Juara Lomba Taman Mini Sayuran
  • Rawat Motor Dinas Seperti Milik Pribadi



  • H Umar Said menjawab pertanyaan media di sela-sela acara deklarasi. (sholihul hadi/koranbernas.id)

    “Hendaknya yang menang tidak umuk yang kalah tidak ngamuk,”  kata Umar Said pada acara yang diselenggarakan oleh Angkatan Muda FUI Yogyakarta itu.

    Sekali lagi, lanjut dia, seruan tersebut disampaikan kepada masyarakat secara luas dan kalau perlu dilakukan secara berulang-ulang supaya pesan mengenai pentingnya pemilu damai bisa benar-benar sampai di masyarakat.

    Melalui pengajian seperti ini, dengan sendirinya masyarakat terbentengi dari sifat-sifat yang bisa mengarah pada tindakan anarkis.

    “Setiap pemilu lima tahun ada hal-hal kayak gitu. Cuma karena sekarang ini bersamaan waktunya pilpres dibarengkan dengan yang lain (pileg) maka potensi konflik kemungkinan meningkat. Kalau tidak ada antisipasi kemungkinan nanti tambah ruwet,” paparnya.

    Dia berharap masyarakat yang sudah berpengalaman menghadapi pemilu setiap lima tahun sekali bisa berkaca dari peristiwa masa lalu. FUI Yogyakarta juga berharap masyarakat menghindarkan dari model-model kampanye tahun-tahun sebelumnya.

    Saatnya semua pihak bersikap bijaksana sehingga terhindar dari peristiwa-peristiwa yang kadang-kadang mengorbankan darah, air mata bahkan nyawa.

    Jamaah mendengarkan tausiyah dan pesan-pesan yang disampaikan H Umar Said. (sholihul hadi/koranbernas.id)

    Menurut dia, rugi besar apabila Pemilu 2019 tercederai oleh peristiwa yang tidak diinginkan bersama. “Bertambah pengalaman kita. Alhamdulillah, kita menjadi sadar, tidak perlu lagi ada korban nyawa,” tegasnya.

    Dalam kesempatan itu, perwakilan AM FUI Yogyakarta, Muh Sidik, membacakan Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2019 Angkatan Muda Forum Ukhuwah Islamiyah Yogyakarta bersama Seluruh Umat Islam Yogyakarta.

    Deklarasi tersebut berisi enam poin. Pertama, AM FUI Yogyakarta menyerukan untuk selalu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

    Pengurus inti AM FUI Yogyakarta menghadiri acara deklarasi. (sholihul hadi/koranbernas.id)

    Dua, tidak terpengaruh terhadap provokasi, hoaks dan isu SARA guna menjaga kedamaian hidup bermasyarakat dan beragama. Tiga, berpartisipasi menjaga persatuan dan kesatuan dalam keberagaman, demi perdamian di wilayah Yogyakarta.

    Poin ke empat berisi seruan untuk saling menghormati pilihan masing-masing umat, sebagai bentuk partisipasi menjaga kampanye damai Pemilu 2019.

    Lima, AM FUI Yogyakarta menjadi garda terdepan dalam mengajak seluruh lapisan masyarakat mendukung kampanye damai Pemilu 2019.

    “Angkatan Muda Forum Ukhuwah Islamiyah Yogyakarta menyerukan agar mengutamakan musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan persoalan demi terselenggaranya kampanye damai dan bermartabat,” kata Muh Sidik.

    Umar Said menambahkan, dirinya berharap dari 100-an yang hadir malam itu bisa menyebarkan pesan pemilu damai sehingga gaungnya terdengar semakin meluas.

    Soal hoaks, dia mengingatkan agama Islam sudah memiliki rambu-rambu yang jelas dan pasti, yaitu tabayun, cek ulang atau kroscek. Ini penting supaya tidak terjadi gibah.

    Umar Said pun yakin masyarakat sekarang ini sudah maju sehingga bisa memilah mana yang hoaks mana yang bukan. (sol)



    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini