sempat-memanas-akibat-bentrok-babarsari-kini-sudah-kondusif Aparat berjaga-jaga di ruas jalan Babarsari saat kerusuhan antar kelompok, Senin (4/7/2022) (istimewa)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Sempat Memanas Akibat Bentrok, Babarsari Kini Sudah Kondusif

SHARE

KORANBERNAS.ID,SLEMAN - Kericuhan antarkelompok di wilayah Babarsari terjadi, Senin (4/7/2022) sekitar pukul 11.00 WIB. Bentrok kali ini merupakan buntut dari keributan yang sempat terjadi beberapa hari belakangan ini.

Sempat memanas, kondisi di Babarsari kini sudah kondusif. Perwakilan tokoh dari masing-masing kelompok ini telah bertemu secara damai di sebuah warung kopi di jalan Laksda Adisutjipto pada Senin (4/7/2022) petang.

Pertemuan kurang lebih berlangsung selama satu jam yang dimediasi oleh Pemkab Sleman dan Polda DIY ini berhasil membuat beberapa kesepakatan. Beberapa kesepakatan tersebut antara lain, akan melakukan kerja bakti untuk membersihkan serta merenovasi ruko-ruko yang mengalami kerusakan.

Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) DIY, Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol Andry Wibowo mengatakan, Ini merupakan respon bersama dari semua daerah, yaitu perwakilan NTT, Papua dan Maluku. Bersama-sama melihat persoalan kemudian melakukan upaya upaya rekonsiliasi yang cepat agar tidka menjadi interpretasi yang salah.

"Mereka yang menjadi korban itu harus kita tangani secara maksimal. Kemudian mereka yang terlibat dalam peristiwa awal tentunya kita akan mendorong kepada para petugas hukum untuk melakukan penyidikan," lanjutnya.

"Langkah strategis yang kita harus lakukan pertama adalah mitigasi kesehatan terhadap mereka yang menjadi korban yang secara maksimal sudah menjadi komitmen kita," imbuhnya.

"Kemudian recovery kerusakan-kerusakan material maupun kerugian ekonomi yang ditimbulkan. Tentu ada kerugian lagi yang lain dampak dari peristiwa awal. Tentunya kita akan melakukan upaya penegakan hukum dan pencegahan," kata dia.

Terkait persoalan etnis kesukuan dalam situasi di Babarsari, Andry menegaskan hal tersebut tidak menjadi masalah di mata hukum. Tindakan tegas secara hukum tidak memandang etnis kesukuan, yang salah harus dihukum.

“Hukum harus ditegakkan. Justru karena tidak ditindak secara hukum, mereka semakin berani. Makanya kita kumpulkan tokoh pemuda dan daerah asal NTT, Maluku dan Papua disini agar kita satu pemahaman yang salah harus ditindak dan peristiwa seperti ini jangan terjadi lagi,” tegas Andry.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Yuliyanto mengatakan, bahwa saat ini Seturan, Babarsari kondusif. Peristiwa di Babarsari selesai sekitar pukul 13.00 WIB. Kendati demikian, ia memastikan masih ada jajaran kepolisian yang memantau kondisi di Babarsari.

"Tadi siang setelah peristiwa di Babarsari itu selesai jam satu, jam satu sudah kondusif sudah lancar kembali dan kalaupun tidak terlihat anggota yang berseragam, anggota kami yang tidak berseragam tetap memantau daerah Babarsari," kata Yuli.

Sementara Sekretaris BKAD Sleman, Abu Bakar menyampaikan semua yang cidera di RS Bethesda dan Jogja Internasional Hospital akan ditanggung biayannya oleh Pemkab Sleman. Terus melakukan rekonsiliasi tapi proses hukum tetap dilakukan bagi mereka yang melakukan provokasi, perusakan dan kekerasan.

"Rekonsiliasi ini terus dilakukan agar semua bisa berdamai namun proses hukum tetap berlangsung," tandasnya.(*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini