shelter-resmi-ditutup-masyarakat-didorong-ikut-boosterBupati Sleman Kustini Sri Purnomo didampingi Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan penjelasan, Rabu (29/6/2022). (nila hastuti/koranbernas.id)


Nila Hastuti
Shelter Resmi Ditutup, Masyarakat Didorong Ikut Booster

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Pemerintah Kabupaten Sleman secara resmi menutup shelter atau ruang isolasi terpadu Covid-19 Asrama Haji di Jalan Ring Road Utara Kalurahan Sinduadi Kapanewon Mlati seiring dengan menurunnya kasus. Penutupan tersebut ditandai penyerahan kunci secara simbolis kepada Kanwil Kemanag Sleman, Rabu (29/6/2022).


Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama,  mengungkap penutupan fasilitas ini karena kasus Covid-19 di Kabupaten Sleman sudah rendah. Pihaknya mencatat hanya ada kurang dari lima kasus setiap harinya.


"Mayoritas pasien memilih menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing," kata Cahya kepada wartawan.

Menurut Cahya, meski isoter di Asrama Haji sudah ditutup namun isoter Rusunawa Gemawang masih tetap dipertahankan untuk mengantisipasi bila terjadi peningkatan kasus.


Diakui, ada kecenderungan peningkatan kasus diperkirakan karena adanya pelaku perjalanan. Pihaknya mengajak seluruh masyarakat waspada karena prediksi nasional ada kenaikan kasus pada akhir Juli dan awal Agustus 2022.

Cahya mendorong masyarakat mengambil kesempatan menerima booster Covid-19, yang bisa mengantisipasi tingkat kesakitan pasien. “Kita tidak tahu varian apa lagi yang masuk. Kalau kita dibooster, gejala akan ringan, tidak perlu masuk rumah sakit," papar Cahya.

Capaian booster di Kabupaten Sleman sebesar 37 persen hingga 38 persen, capaian rendah ini terlihat pada semua usia, baik dewasa hingga lansia. Pemkab Sleman menargetkan sebanyak 70 persen masyarakat bisa divaksin booster. "Kami optimalkan sentra vaksin tiap akhir pekan," jelasnya.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo  mengatakan dengan penyerahan kembali isoter Asrama Haji ke Kanwil Kemenag DIY, bila ada temuan maka Puskesmas bisa segera menanganinya. Apalagi tenaga kesehatan telah memiliki pengalaman menangani lonjakan kasus.

Kustini mengaku bangga dengan capaian masyarakat Kabupaten Sleman yang mampu melampaui target nasional penanganan Covid-19. Dia mengingatkan masyarakat tetap waspada serta menerapkan protokol kesehatan.

"Warga tetap harus waspada apalagi saat ini ada 51 kasus aktif Covid-19 di Sleman semuanya melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing," kata Kustini. (*)


TAGS: bupati  Sleman 

SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini