Selasa, 18 Mei 2021,


siswa-sman-10-yogyakarta-pameran-di-tbyPengunjung mengamati lukisan karya siswa SMAN 10 Yogyakarta yang dipamerkan di TBY, Sabtu (15/09/2018). (yvesta putu sastroseondjojo/koranbernas.id)


sholihul
Siswa SMAN 10 Yogyakarta Pameran di TBY

SHARE

KORANBERNAS.ID –  Lebih kurang 70 karya seni dari para siswa SMAN 10 Yogyakarta, selama tiga hari 14-16 September 2018, dipamerkan di Taman Budaya Yogyakarta (TBY).


Ini merupakan acara yang digelar dua tahunan sekali dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) sekolah tersebut. Dua tahun lalu event tersebut berlangsung di Plaza Ngasem.

  • Delapan Kecamatan di Jogja Ini Ramah Difabel

  • Sekretaris Panitia, Eka Ningrum, menyampaikan kegiatan ini selain dimaksudkan sebagai ajang ekspresi juga sebagai sarana untuk mengenalkan seni kepada para siswa.

    “Biasanya sekolah negeri itu lebih banyak eksak. Apa yang dirasakan dikeluarkan lewat karya seni yang memiliki nilai estetika,” kata guru Seni dan Budaya itu.


    Didampingi Khairunnisa Afidayani, siswi kelas 12 IPA sekaligus Koordinator Kreatif, lebih jauh Eka Ningrum mengatakan karya yang dipamerkan tidak hanya seni lukis melainkan terdapat pula karya instalasi, fotografi serta poster.





    Pengunjung berfoto di arena pameran. (yvesta putu sastroseondjojo/koranbernas.id)

    Sekolah yang kini dipimpin oleh Drs Basuki itu juga menggandeng mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, siswa Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Yogyakarta maupun Komunitas Pensil Terbang, termasuk untuk pembuatan mural.

    Melalui kerja sama ini diharapkan para siswa memiliki pengetahuan mengenai event organizer. Para alumni pun memberikan dukungan setidaknya menjadi penikmat karya seni.

    Adapun temanya adalah Modern Culture, perpaduan antara kebudayaan Indonesia dengan kemajuan yang terjadi sekarang.

    “Budaya semakin berkembang. Munculnya budaya baru kadang-kadang membuat anak-anak bingung membedakan mana yang asli. Dengan menggabungkan lama dan baru, karya-karya mereka sangat bagus di luar ekspektasi saya,” kata Ekaningrum.

    Pentas seni dan lomba musik akustik menyemarakkan kegiatan pameran. (yvesta putu sastroseondjojo/koranbernas.id)

    Sekretaris 2 Komite Sekolah, Tulus Widodo, juga terkejut dengan hasil karya para siswa yang dipamerkan di TBY.

    “Kami terus terang terkejut, karyanya bagus-bagus padahal SMA Negeri dan bukan jurusan lukis,” ujarnya. Pihaknya mendukung program tersebut jadi acara rutin karena terbukti positif. (sol)


    TAGS: kotayogyakarta 

    SHARE


    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini