Rabu, 27 Okt 2021,


smart-city-kunci-keberhasilan-indonesia-kendalikan-covid-menko-luhut-beri-apresiasiPembukaan ISCFE 2021 yang diselenggarakan APEKSI di Yogyakarta. (sholihul hadi/koranbernas.id)


Sholihul Hadi
Smart City Kunci Keberhasilan Indonesia Kendalikan Covid, Menko Luhut Beri Apresiasi

SHARE

YOGYAKARTA – Kerja keras Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang berhasil mewujudkan Smart City memperoleh apresiasi dari Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan. Dengan rantai birokrasinya yang berjalan efektif, dunia internasional memuji langkah Indonesia yang mampu mengendalikan Covid-19.


Apresiasi tersebut disampaikan langsung Luhut saat memberikan sambutan secara virtual pada Pembukaan  Indo Smart City Forum & Expo (ISCFE) 2021,  Rabu (13/10/2021). Kegiatan yang berlangsung tiga hari hingga Jumat (15/10/2021) kali ini dipusatkan di The Rich Jogja Hotel Jalan Magelang Yogyakarta.

  • Siswa SMAN 10 Yogyakarta Pameran di TBY
  • Delapan Kecamatan di Jogja Ini Ramah Difabel

  • “APEKSI perlu memanfaatkan sebaik-baiknya momentum ini untuk terus bekerja mencapai tujuan mewujudkan kota-kota di Indonesia sebagai Smart City ramah lingkungan,” ungkap Luhut.

    Secara khusus dia juga berpesan seluruh peserta ISCFE untuk menjaga diri. Meskipun Covid-19 telah landai namun tidak boleh lengah. “Jangan lupa, tetap jaga protokol kesehatan. Walau kasus sudah menurun kita tetap harus menegakkan disiplin protokol kesehatan secara bersama-sama,” pesan dia.


    Pembukaan ICSFE sendiri berlangsung meriah, dibuka dengan persembahan tari oleh seniman dan seniwati Yogyakarat. Selama acara berlangsung, peserta tidak boleh melepas masker. Selain itu, sebelumnya mereka juga menjalani prosedur protokol kesehatan.

    Melalui hitungan mudur, secara resmi pembukaan acara itu ditandai pemukulan gong oleh Asisten I Setda DIY, Sumadi, mewakili Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang berhalangan hadir. Tampak mendampingi Ketua Dewan Pengurus APEKSI yang juga Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, beserta pengurus lainnya. Usai menyanyikan mars APEKSI dan penyerahan plakat dari Bima Arya Sugiarto kepada Sumadi, dilanjutkan peninjauan stan pameran APEKSI.

    Membacakan sambutan Gubernur DIY, dalam kesempatan itu Sumadi juga berpesan meski kasus Covid-19 di Indonesia khususnya Jawa sudah melandai, namun tidak boleh melupakan prokes selama kegiatan berlangsung. “Atas nama Pemda DIY kami menyampaikan apresiasi, kehormatan bagi Yogyakarta menjadi tempat kegiatan ini,” kata Sumadi.

    Menurut dia, Revolusi Industri 4.0 yang mendorong digitalisasi dan otomatisasi secara masif pada semua lini menjadikan seluruh manusia di dunia bisa dengan mudah menjalankan aktivitas sosial hingga pendidikan, meski dalam situasi pandemi. Teknologi informasi tidak membatasi kontak fisik.

    Namun demikian Sultan HB X mengingatkan agar tetap memahami pentingnya literasi digital, sama pentingnya dengan membaca dan dan menulis. Presiden RI juga sudah menginginkan percepatan digitalisasi maka pemda harus melaksanakan, salah satunya untuk membangun kualitas SDM (Sumber Daya Manusia).

    Pemda DIY, kata dia, sangat mendukung penyelenggaraan ISCFE karena sejalan dengan predikat Yogyakarta sebagai Smart Province dan Kota Pendidikan, sehingga bisa bersinergi. “Kita berharap semua belajar literasi digital agar tidak ketinggalan di segala bidang,” kata dia.

    Sedangkan Bima Arya Sugiarto mengemukakan ISCFE sekaligus menjadi satu rangkaian dengan Rapat Kerja Teknis APEKSI 2021 kali ini dihadiri 53 walikota se-Indonesia.

    Bagi APEKSI, kegiatan ini merupakan momentum yang sangat tepat mengingat pada saat yang sama Covid-19 di Indonesia khususnya Jawa sudah melandai dan terkendali. Smart City menjadi salah satu kunci keberhasilan penanganan pandemi. “Setiap minggu semua kepala daerah rapat  koordinasi dengan Pak Luhut,” kata Bima Arya.

    Peserta ISCFE 2021 foto selfi dengan Walikota Surakarta Gibran Rakabumi Raka. (sholihul hadi/koranbernas.id)

    Rapatkan barisan

    Diakui, konsep Smart City yang diluncurkan sejak tahun 2000 mengalami fase naik-turun seolah-olah masing-masing kota bergerak sendiri dengan caranya masing-masing. Forum ISCFE merupakan momentum yang tepat untuk merapatkan barisan dan menyatukan kembali konsep, gagasan, ide, inovasi dan sharing keberhasilan.

    “Pandemi kita dipaksa kencang lagi karena kebutuhan, bukan karena uang. Kita tidak bisa membayangkan lima tahun lalu, sekarang kita bisa berkomunikasi langsung RW se-kota karena ada kebutuhan yang dipercepat,” ucapnya.

    Dia menegaskan ke depan Smart City tidak lagi hanya bicara kerja sama dengan vendor atau aplikasi, tetapi ada yang lebih penting yaitu perubahan perilaku warga kota. “Di situ tantangan kita,” kata dia.

    Agenda tahunan ini merupakan sarana yang tepat berbagi pengalaman membangun ekosistem Smart City karena semua hadir, ada dinas, komunitas, perguruan tinggi, media dan lain-lain. Harapannya layanan kepada masyarakat lebih mudah dan nyaman.

    “Yang menonjol dari APEKSI adalah persahabatan. Ada yang sudah jadi walikota dua periode. Kita semua berkolaborasi. Tidak ada persaingan. Saling berbagi keunggulan,” kata Bima Arya kemudian menyapa Walikota Surakarta Gibran Rakabumi Raka, saat konferensi pers.

    Gibran yang pada acara itu menjadi fokus sorotan kamera menyebut forum APEKSI kali ini sangat luar biasa. “Ini pertama kali saya ikut APEKSI, saya banyak belajar dari walikota lain. Banyak inovasi. Event ini sangat tepat untuk percepatan ekonomi. Saya kebetulan anak baru, saya mau belajar. Solo sudah gas pol dengan solusi go digital, digitalisasi UMKM,” kata Gibran.

    “Walau Mas Gibran anak baru, enam bulan sudah gas pol. Kita sama-sama belajar ke Solo, dan saling mendorong fastabiqul khairat (berlomba-lomba untuk kebaikan),” sambung Bima Arya.

    Sedangkan Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, menegaskan dunia hari ini semakin meng-kota. Betapa pentingnya kota bagi negara. Terbukti Smart City menjadi salah satu kunci keberhasilan Indonesia menangani pandemi, yang statusnya ke depan akan menjadi endemi.

    Smart City merupakan kota yang mampu menggunakan sumber daya manusia, modal sosial dan infrastruktur telekomunikasi modern untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan kualitas kehidupan yang tinggi, dengan manajemen sumber daya yang bijaksana melalui pemerintahan berbasis partisipasi masyarakat.

    Konsep Smart City adalah sebuah impian bagi seluruh kota dan daerah di dunia. Smart City adalah sebuah konsep kota pintar yang membantu masyarakat dalam mengelola sumber daya yang ada dengan efisien dan memberikan informasi yang tepat kepada masyarakat/lembaga dalam melakukan kegiatannya. Melalui Smart City, tujuan-tujuan pembangunan perkotaan berkelanjutan dapat dicapai secara sistematis dan bertahap dengan perspektif jangka panjang.

    “Tujuan utama dari pembangunan sebuah Kota Pintar (Smart City) adalah bagaimana kita melestarikan lingkungan, meningkatkan daya saing ekonomi dan membangun masyarakat modern yang madani dengan saling berhubungan antar-sistem dan terpadu untuk semua lapisan masyarakat dan antar-lembaga pemerintahan,” kata Bima Arya Sugiarto. (*)


    TAGS: apeksi yogyakarta 

    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini