songsong-asean-tourism-forum-sandiaga-terkesan-dengan-inovasi-arkamaya-glampingSandiaga Uno meninjau kesiapan salah satu destinasi wisata di Arkamaya Glamping di Sleman. (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Songsong Asean Tourism Forum, Sandiaga Terkesan dengan Inovasi Arkamaya Glamping

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno meminta pelaku pariwisata bersiap menghadapi berakhirnya status pandemi yang diberlakukan Badan Kesehatan Dunia atau WHO akhir tahun ini.


"Destinasi-destinasi pariwisata harus meng-upgrade diri, Destinasi wisata harus bisa menawarkan daya tarik wisata maupun produk ekonomi kreatif," kata Uno saat meninjau kesiapan salah satu destinasi wisata di Arkamaya Glamping, Sabtu (1/10/2022).


Dalam tinjauan kali ini, Sandiaga terkesan dengan inovasi dari layanan akomodasi kekinian yang ditawarkan oleh Arkamaya. Persiapan ini juga menyongsong Asean Tourism Forum (ATF) yang akan diselenggarakan di Yogyakarta pada Februari mendatang.

"Jika dilihat dari skala perhelatan seperti G20 dan The World Conference on Creative Economy, ATF ini skalanya sama besarnya karena mengundang menteri-menteri pariwisata dan juga kemungkinan perwakilan dari kementerian lainnnya di tingkat Asean dan negara sahabat ke Yogyakarta," lanjutnya.


ATF perlu dipersiapkan matang sehingga menghasilkan pengalaman dan kenyamanan yang luar biasa bagi para traveks atau satu traveling experience.

“Akan ada juga traveks satu tempat expo untuk para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang nanti akan menjadi daya tarik untuk membangkitkan dan membuka peluang usaha dan lapangan kerja," kata Sandiaga.

Agenda ATF 2023 bakal dihadiri pejabat negara dan menteri  pariwisata negara peserta maupun perwakilan dari kementerian lainnya tingkat Asean dan negara sahabat.

"Dan kami akan pusatkan kegiatan itu di beberapa lokasi di Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Jogja Expo Center," kata Sandiaga.

Dia melihat layanan akomodasi glamping yang menyebar ke pinggiran kota seperti Arkamaya menjadi bagian ekosistem yang akan mendukung keberadaannya selain desa-desa wisata serta UMKM.

"Akomodasi juga perlu mempertimbangkan aspek ecotourism, dekat dengan alam dan berbasis keberlanjutan lingkungan. Jadi dalam membangun akomodasi, pohon-pohon tidak ada yang ditebang, kalau ditebang satu ditanam lima kali lipat," kata Sandiaga.

Penjagaan lingkungan seperti itu, kata Sandiaga, menjadi bagian pariwisata berkualitas dan berkelanjutan yang akan membantu menciptakan 1,1 juta lapangan kerja baru pada tahun 2022 dan 4,4 juta lapangan kerja baru di tahun 2024," tandasnya.

CEO Arkamaya Sembung Bryan Yoga Kusuma mengatakan fasilitas akomodasi yang disiapkan menyambut ATF 2023 selain glamping, ada juga rumah kayu.

"Untuk glamping kami bagi dua, deluxe dan superior," kata dia. Rumah kayu yang ditawarkan berkonsep tiny house atau semacam pengalaman tidur di tengah hutan.

"Konsep kami lebih ke ecotourism, konsepnya memang dekat dengan alam dan pagi hari pun pengunjung bisa melihat sunrise langsung karena bangunan ini menghadap ke arah timur dan sisi lainnya menghadap Gunung Merapi," kata dia.

Tarif penginapan yang baru beroperasi pertengahan 2022 itu, rentangnya mulai Rp 880 ribu hingga Rp 990 ribu per malam. "Okupansi saat weekend saat ini 70-80 persen, sedangkan weekdays 50-60 persen," terangnya. (*)


TAGS: Arkamaya  Glamping 

SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini