Jumat, 03 Des 2021,


tak-ingin-terkendala-dinkes-siapkan-data-anak-penerima-vaksinIlustrasi. (istimewa)


Warjono
Tak Ingin Terkendala, Dinkes Siapkan Data Anak Penerima Vaksin

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman terus menyiapkan langkah-langkah guna memastikan pemberian vaksin untuk anak usia 6-12 tahun berjalan lancar. Dina situ terus menyiapkan data-data yang secara jadwal akan dilaksanakan mulai 2022.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, mengatakan rencana pemberian vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-12 tahun sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan. Dinkes mulai menyiapkan data-data calon penerima vaksinasi mulai saat ini.


“Data awal ada sekitar 80.000 anak untuk usia 6-12 tahun sehingga kebutuhan vaksinasinya ya sekitar 160.000 dosis. Tentu kami ajukan kebutuhan vaksinasi ini ke pusat setelah seluruh data siap,” kata Cahya, pekan lalu.

Untuk penggunaan vaksinasi bagi anak di bawah 12 tahun ini, lanjut dia, menggunakan jenis vaksin Sinopharm dan Sinovac. Hal ini sesuai dengan rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).


Saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan BKAD untuk membahas re-focusing anggaran, agar bisa digunakan untuk melayani pelaksanaan vaksinasi bagi anak. “Jika sudah mendapat perintah dari Kemenkes, Januari sudah bisa dimulai,” katanya.

Adapun mekanisme pelaksanan vaksinasi bagi anak, kata Cahya, tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan vaksinasi bagi anak SMP. Rencananya, dilakukan di masing-masing kapanewon dengan menggabungkan tiga sekolah sasaran. Dengan skenario ini, maka program vaksinasi per hari diperkirakan akan mampu menjangkau seribuan anak. Upaya ini sekaligus bagian dari langkah untuk menghindari terjadinya kerumunan saat vaksinasi.

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi bagi anak di bawah 12 tahun ini membutuhkan usaha yang besar agar bisa terlaksana dengan cepat. Sebab pemberian vaksinasi bagi anak-anak ini bertujuan agar pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dapat berjalan aman dan lancar.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman, Ery Widaryana, mengatakan saat ini pihaknya masih menunggu regulasi resmi mengenai vaksinasi bagi anak usia 6-12 tahun. Dinas terus melakukan pendataan anak-anak yang menjadi sasaran vaksinasi. Pendataan lebih awal dimaksudkan agar saat kebijakan atau regulasi pasti datang, pihaknya sudah siap untuk melaksanakan vaksinasi di lapangan.

“Sementara kami data dulu nanti kalau regulasinya sudah ada, maka kegiatan vaksinasi bisa dilaksanakan,” kata dia.

Dosis kedua

Terkait dengan jangkauan pelaksanaan vaksin, Pemkab Sleman menargetkan vaksinasi Covid-19 dosis kedua rampung pada awal tahun 2022. Adapun capaian vaksinasi dosis pertama saat ini 88,9 persen dan ditargetkan selesai 100 persen pada akhir November ini atau awal Desember mendatang. Pemberian vaksinasi dosis pertama hanya kurang dari 10 persen.

“Dosis pertama sudah 89,9 persen lebih. Mudah-mudahan akhir bulan ini kami dapat menyelesailan 100 persen vaksinasi Covid-19 dosis pertama,” kata Cahya.

Terpisah, Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Dr dr MaxinRein Rondonuwu DHSM MARS mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 kembali terjadi. Saat ini total kasus Covid-19 secara global lebih dari 249 juta dengan kematian lebih 5 juta jiwa.

“Peningkatan kasus terutama di regional Eropa 7 persen peningkatan kasus, 10 persen peningkatan kematian,” kata Maxinrein saat memaparkan Proyeksi Arah dan Kebijakan Penanganan Pandemi yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Sabtu (20/11/2021).

Sebagaimana rilis dari Kementerian Kominfo, negara dengan penambahan kasus tertinggi adalah Amerika Serikat, Inggris, Turki dan Jerman. Varian delta adalah varian dominan yaitu 99.64 dari total sekuensing yang dilakukan 60 hari terakhir. Padahal negara-negara tersebut angka vaksinasinya sudah tinggi.

“Vaksin yang tinggi tidak jaminan, mesti didukung perubahan perilaku terhadap protokol kesehatan,” tegasnya.

Maxi menyebut, situasi pandemi Indonesia saat ini relatif terkendali. Namun harus diwaspadai kenaikan kasus di global dan di daerah, serta adanya subvarian AY 4.2.

Dia menegaskan, strategi penanggulangan harus tetap dipertahankan yakni 3 M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) dan 3 (testing, tracing dan treatment) agar situasi pandemi tetap terkendali. Mempertahankan testing tetap tinggi melalui active dan passive case finding. Kemudian dengan peningkatan kapasitas pemeriksaan PCR di kabupaten/ kota.

“Percepatan vaksinasi untuk mencapai herd immunity, terutama bagi lansia juga harus terus dilakukan,” ujarnya.

Dia menambahkan, luas wilayah Indonesia menjadi kerentanan tersendiri dalam menghadapi pandemi seperti saat ini. Di Indonesia terdapat 35 bandara dengan akses langsung ke luar negeri, yakni Asia, Australia dan Eropa. Kemudian terdapat 135 pelabuhan laut juga dengan akses langsung ke luar negeri. Bahkan Indonesia juga memiliki 10 perlintasan lintas darat batas negara (PLBDN) dengan Papua Nugini, Timor Leste dan Malaysia. (*)


TAGS: Dinas  Kesehatan 

SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini