Rabu, 27 Okt 2021,


tak-perlu-ke-jepang-kini-ada-little-tokyo-di-bantulRestoran dan resort Little Tokyo di Gunung Cilik, Desa Muntuk, Kapanewon Dlingo, Bantul, Yogyakarta. (istimewa)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Tak Perlu ke Jepang, Kini Ada Little Tokyo di Bantul

SHARE

KORANBERNAS ID, YOGYAKARTA -- Sebagai kota pariwisata, Yogyakarta tak habis-habisnya menarik wisatawan untuk berkunjung. Destinasi baru terus bermunculan dengan ide-ide kreatif dan menarik. Pandemi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali sejak Juli 2021 menjadi kesempatan bagi pegiat pariwisata berbenah, menyiapkan protokol kesehatan yang memadai atau bahkan membuat destinasi wisata baru.


Seperti halnya kabupaten lain di DIY yang kaya akan destinasi wisata, daya tarik wisata di kabupaten Bantul pun tak pernah habis untuk digali. Tepat di Gunung Cilik, Desa Muntuk, Kapanewon Dlingo, bakal hadir sebuah restoran dan resort bergaya Jepang dengan hamparan hijau pepohonan serta gugusan bukit dan pemandangan yang menyegarkan mata. Kawasan wisata alam di ketinggian 380 mdpl ini diberi nama Litto, akronim dari Little Tokyo.


"Destinasi ini dibangun di atas lahan seluas 1,5 hektar dan tentunya akan menambah pilihan ragam wisata alam di Yogyakarta, khususnya Bantul," terang Nobertha Shinta, Public Relations Litto, dalam keterangan tertulisnya kepada koranbernas.id, Jumat (17/9/2021).

Litto dikelilingi berbagai macam destinasi wisata seperti Puncak Becici, Hutan Pinus, Kebun Buah Mangunan, dan desa wisata kerajinan bambu dengan pemandangan Gunung Sumbing, Gunung Merapi, serta batas cakrawala dari Pantai Samas. Sensasi dingin berkabut di pagi hari dan pemandangan matahari terbenam pada sore hari, akan menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Litto.


"Selain dilengkapi dengan restoran indoor dan outdoor, juga akan ditambah dengan fasilitas akomodasi untuk menginap sebanyak 18 kamar, 10 bungalow, serta kolam renang air hangat pertama di Yogyakarta," imbuhnya.

Seiring dengan pembangunan destinasi baru ini, Litto juga memperhatikan masyarakat sekitar. Litto memberdayakan masyarakat desa Muntuk, mulai proses pembangunan hingga tim operasionalnya. Ke depannya, secara bertahap Litto akan menambah sejumlah atraksi wisata bekerja sama dengan BUMD dan stakeholder terkait.

"Selain itu, Litto juga mendukung pengrajin, seniman, dan komunitas lokal untuk dapat terus berekspresi serta berkarya di destinasi baru ini, walaupun di masa pandemi," lanjutnya.

Hadirnya Litto sebagai destinasi wisata diharapkan bisa memberi dampak positif bagi Kabupaten Bantul dan kebaikan bagi warga sekitar Gunung Cilik, Desa Muntuk, serta memberi kesejahteraan yang berkelanjutan bagi banyak orang.

Dalam pembangunannya, selain menitikberatkan aspek sosial dan ekonomi, kelestarian lingkungan juga mendapat perhatian sekaligus menjadi prioritas. Litto berkomitmen menjalankan operasional perusahaan dengan meminimalkan dampak negatif bagi lingkungan.

Litto mengembangkan konsep pembangunan ramah lingkungan (green construction) yang meliputi beberapa aspek, yaitu tepat guna lahan (70% dari lahan adalah area terbuka hijau), efisiensi dan konservasi energi, serta kesehatan dan kenyamanan di kawasan.

Saat ini kawasan Litto masih dalam tahap penyelesaian pembangunan. Rencananya, pada tahap awal, Asakusa Restoran dan kolam renang Litto Onsen akan dibuka untuk umum di kuartal akhir 2021.

Litto dapat ditempuh 15 menit dari area Bukit Bintang, dan 40 menit dari pusat kota Yogyakarta. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini