target-tiga-persen-prevalensi-stunting-sleman-berhasil-ungguli-capaian-nasionalBupati Sleman Kustini Sri Purnomo memberikan pengarahan pada Diseminasi  Pengukuran dan Publikasi Stunting di Ballroom Hotel Alana, Senin (28/11/2022). (istimewa)


Nila Hastuti
Target Tiga Persen Prevalensi Stunting, Sleman Berhasil Ungguli Capaian Nasional

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman kembali melaksanakan Diseminasi  Pengukuran dan Publikasi Stunting di Ballroom Hotel Alana, Senin (28/11/2022). Kegiatan ini merupakan upaya untuk mendapatkan dan mempublikasikan data prevalensi stunting terkini.


Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyampaikan pentingnya hasil pengukuran untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam gerakan pencegahan dan penurunan stunting.


Menurutnya, meskipun capaian angka penurunan stunting di Kabupaten Sleman saat ini sudah berhasil mengungguli capaian nasional, kinerja tetap harus ditingkatkan.

“Kita perlu mentargetkan ulang penekanan prevalensi stunting Kabupaten Sleman hingga angka tiga persen melalui intervensi spesifik dan sensitif dalam jangka waktu dua tahun ke depan,” kata Kustini.


Diungkapkan, upaya pengukuran untuk menurunkan angka stunting perlu dukungan dari seluruh elemen masyarakat khususnya tenaga kesehatan mulai dari Posyandu, Puskesmas baik tingkat kapanewon maupun kalurahan.

Kustini berharap forum ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menyusun perencanaan dalam rangka pengukuran dan publikasi stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, melaporkan Dinas Kesehatan sebagai penanggung jawab pengukuran dan publikasi stunting, telah melakukan pengukuran status gizi terutama stunting pada balita.

Data pengukuran tinggi badan balita diinput dalam aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) yang di-entry oleh petugas gizi dibantu kader.

“Kami berharap hasil dari pengukuran stunting balita ini dapat dilakukan diseminasi pada setiap pertemuan lintas program maupun OPD terkait, sehingga dapat dipakai sebagai dasar penyusunan kebijakan maupun kegiatan lain terkait stunting,” katanya. (*)


TAGS: stunting  Sleman 

SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini