termotivasi-penyintas-gagal-ginjal-dokter-ini-tekuni-usaha-klinik-kecantikanPenyerahan donasi dari Lajolie Aesthetic yang diserahkan langsung oleh dr. Dyah Firstya didampingi Dhika Twintya Sakti dan diterima oleh Listi Budiharjo, pendiri I Can Enterprise. (istimewa)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Termotivasi Penyintas Gagal Ginjal, Dokter ini Tekuni Usaha Klinik Kecantikan

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA - Termotivasi ketika kehilangan adik ipar akibat gagal ginjal, seorang dokter muda semakin yakin menekuni klinik kecantikan yang telah ia dirikan.


“Berdirinya Lajolie Aesthetic ini, kami dedikasikan untuk almarhum adik dan bapak saya yang telah mendahului kita semua. Mereka merupakan penyintas gagal ginjal,” kata dr. Dyah Firstya owner sekaligus founder Lajolie Aesthetic saat meluncurkan Lajolie Aesthetic, Sabtu (29/10/2022).


“Lajolie Aesthetic sudah cukup lama berdiri, awal mula saya membentuk ini karena saya pikir adanya brand ini bisa besar dan pemasukan itu bisa kita sisihkan untuk membantu adik ipar saya untuk melakukan transplantasi ginjal. Namun Allah berkehendak lain, akhirnya adik ipar meninggal padahal sudah kita siapkan,” kenangnya.

Memang saat ini kasus yang lebih banyak ke anak-anak. Tetapi tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga bisa kena mengingat gaya hidup yang buruk masih banyak dilakukan oleh orang dewasa.


“Mereka sering mengkonsumsi makanan atau minuman yang bisa merusak ginjal, Contohnya kayak minuman penambah tenaga terus makanan-makanan yang lainnya yang tinggi protein. Kemudian habbit yang lain kayak hipertensi atau DM (Diabetes Mellitus-red) itu juga bisa memicu timbulnya gagal ginjal,” terang Dyah.

Dyah tidak sendiri, bersama Dhika Twintya Sakti mereka turut mengambil bagian dalam mendukung penyitas gagal ginjal ini. Dalam klinik kecantikan ini nanti selain memberikan pelayanan perawatan kecantikan pada umumnya, Lajolie Aesthetic juga akan fokus pada penyintas gagal ginjal yang sedang melakukan tahapan pengobatan yang panjang.

“Kami di sini untuk membantu para penyintas ginjal biar bisa juga memberikan semangat positif. Biar mereka semangat buat melanjutkan hidupnya, memperbaiki kualitas hidupnya, otomatis terus harus didukung biar mereka itu tetap semangat buat terus cuci darah yang itu bakalan panjang ya perjalanannya,” lanjut Dyah.

Lebih lanjut Dyah menjalaskan ingin kolaborasi dengan berbagai pihak, agar pihaknya bisa memberikan edukasi tentang cara merawat kulit untuk para penyintas gagal ginjal karena memang gejala efek samping dari hemodialisa itu membuat kulitnya itu kering, mengelupas, gelap dan menghitam.

“Kalau jujur kadang tuh nggak pede loh pasien pasca hemodialisa itu, termasuk adik ipar saya sendiri juga bilang saya nggak pede. Dengan adanya jerawat, adanya kulit yang menghitam, kering seperti itu dia nggak pede. Jadi otomatis dia butuh perawatan khusus juga seperti itu bahan-bahan yang kita gunakan pun juga kamu harus yang aman untuk mereka,”paparnya.

“Semoga Lajolie Aesthetic ini menjadi klinik kecantikan yang unggul dapat menjadi manfaat untuk banyak orang, dan mengedepankan kesehatan sesuai dengan standart medis,” tutupnya.

Salah satu rangkaian acara grand opening Lajolie Aesthetic berupa kegiatan sharing season bersama komunitas I Can Enterprise (komunitas penyitas gagal ginjal, cancer & lupus), dilanjutkan dengan penyerahan donasi dari Lajolie Aesthetic yang diserahkan langsung oleh dr. Dyah Firstya didampingi Dhika Twintya Sakti dan diterima oleh Listi Budiharjo, pendiri I Can Enterprise. (*)

 

 


TAGS: lajolie aesthetic 

SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini