Minggu, 13 Jun 2021,


tersangka-pengirim-sate-beracun-seorang-kapster-mengaku-sakit-hati-urusan-cintaNA (25 tahun) tersangka pengirim sate beracun dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Bantul, Senin (3/5/2021). (istimewa)


Sariyati Wijaya
Tersangka Pengirim Sate Beracun Seorang Kapster, Mengaku Sakit Hati Urusan Cinta

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL--Jajaran kepolisian Resort Bantul menangkap seorang wanita berinisial NA (25 tahun) asal Majalengka Jawa Barat, yang tinggal di Potorono Banguntapan. Penangkapan NA terkait pengiriman sate yang diberi racun. Namun paket tersebut salah sasaran dan menyebabkan anak tukang ojol Bandiman (38 tahun) bernama Naba Faiz Prasetyo (8 tahun) warga Salakan Bangunharjo Sewon Bantul meninggal dunia.


NA, sejatinya bermaksud mengirim paket sate kepada seorang pria bernama Tomy yang tinggal di wilayah Kasihan, Minggu (25/4/2021) sore.Namun karena Tomy maupun istrinya tidak mengenal si pengirim, dan juga tidak memesan sate ayam, kemudian menolak pemberian sate tersebut. Sementara Bandiman tidak bisa mengembalikan ke pengirim. Karena saat order di Jalan Gayam Kota Jogja, NA melakukan secara offline atau diluar aplikasi dengan ongkos Rp 25.000.

  • Khataman Alquran Diwarnai Keharuan
  • Geliat Seni Tradisi di Watu Lumbung

  • Akhirnya, sate ayam dibawa pulang Bandiman dan disantap istri dan anaknya untuk buka puasa. Keduanya kemudian muntah-muntah. Oleh Bandiman istri dan anaknya sempat dilarikan ke rumah sakit. Malang, nyawa Naba Faiz tidak tertolong.

    “Kami telah mengamankan NA Jumat 30 April lalu, di wilayah Potorono yang menjadi tempat tinggalnya selama ini,” kata Dir Reskrimmum Polda DIY Kombes Burkan Rudy Satriya dalam jumpa pers di Mapolres Bantul, Senin (3/5/2021).

  • Pertandingan Sepak Bola Diwarnai Kepanikan
  • Petani Gembira Peroleh Bantuan Cangkul

  • Adapun motifnya, karena NA sakit hati dengan Tomy. Diketahui NA sempat menjalin hubungan kedekatan dengan Tomy, tapi ternyata Tomy menikah dengan perempuan lain. NA sendiri bekerja sebagai kapster salon, dan Tomy menjadi salah satu pelanggannya.


    “Karena rasa sakitnya itu, kemudian NA bercerita kepada pelanggan lain berinisial R. R ini kemudian memberi ide agar NA mengirim sate yang ditaburi racun jenis KCN dengan tujuan penerima akan diare dan muntah usai makan. Agar tidak terlacak, R menyarankan menggunakan ojek online non aplikasi dan NA setuju dengan ide tersebut,” kata Burkan.


    Menyoal diginakannya nama Hamid oleh NA saat menyerahkan sate ke driver ojol, menurut pengakuan tersangka itu hanya random dan asal sebut saja untuk mengaburkan identitas. Selain NA, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya uang pembayaran ojol, helm warna merah serta sepeda motor pelaku dan plastik kresek yang digunakan untuk membungkus sate. (*)

     

     



    SHARE


    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini