Jumat, 03 Des 2021,


tes-pcr-acak-untuk-siswa-sd-dan-smp-di-slemanNovita Krisnaeni, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Sleman. (istimewa)


Nila Hastuti
Tes PCR Acak untuk Siswa SD dan SMP di Sleman

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman melanjutkan tes Covid-19 bagi siswa yang telah mengikuti pembelajaran tatap muka secara acak dengan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) .


"Tes acak ini sudah kami lakukan sejak pekan kemarin untuk siswa jenjang SD dan SMP dengan metode PCR. Sedangkan sebelumnya tes dilakukan dengan metode swab antigen," kata Novita Krisnaeni, Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Sleman, Kamis (25/11/2021).

  • Mendadak Petugas BNN Datangi Kejari Bantul
  • Awak Mobil Tangki Bebas Narkoba

  • Menurut Novita, untuk selanjutnya minggu ini pihaknya akan melakukan tes Covid-19 PCR terhadap pelajar jenjang SMA dan SMK.

    "Sejak dilaksanakannya pembelajaran tatap muka pada awal November 2021, sampai saat ini sudah sekitar 1.100 siswa dan guru yang disampling. Sejauh ini hasil tes hanya menemukan satu orang yang dinyatakan positif, dan telah tertangani," kata Novita.


    Novita menambahkan, penggunaan PCR untuk tes Covid-19 pelajar sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat. Tes PCR dinilai lebih menguntungkan karena tidak butuh entry exit test.

    "Sedangkan tes dengan swab antigen perlu dilanjutkan dengan PCR pada hari kelima untuk exit test," katanya.

    Novita mengatakan, tes Covid-19 akan rutin dilakukan. Bila semua sekolah sudah tersasar, maka nanti akan diulang lagi jadwalnya.

    "Nanti semua sekolah akan dilakukan tes. Jika sudah semua, maka akan diulang lagi di sekolah yang sudah lebih dulu dilakukan tes," tutur Novita.

    Novita menjelaskan, dalam tiap kali pelaksanaan tes, Dinkes Sleman menargetkan sampling 10 persen siswa dan guru. Apabila jumlah warga sekolah kurang dari 300 orang, maka akan diambil setidaknya 30 sasaran.

    "Tidak butuh waktu lama untuk mengetahui hasilnya, hanya satu atau dua hari saja. Karena memang sasarannya tidak banyak, dan sarpras laboratorium mendukung," jelas Novita.

    Selain itu, lanjutnya, Dinkes Sleman juga terus gencar melakukan vaksinasi awal tahun depan. Pemerintah berencana memberikan vaksin bagi anak usia 6-11 tahun.

    "Saat ini terdapat sekitar 70.000 pelajar rentang usia tersebut di Sleman. Adapun siswa berusia 12 tahun terdata kurang lebih 7.000 orang, dan sudah 5.000-an yang memperoleh vaksin," katanya. (*)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini