tugas-kades-terpilih-menyatukan-warga-yang-terbelahBupati Purworejo, Agus Bastian, secara simbolis melantik dan mengambil sumpah/janji dua Kades terpilih berasal dari Kecamatan Purworejo, selebihnya secara virtual. (wahyu nur asmani/koranbernas.id)


Wahyu Nur Asmani EW
Tugas Kades Terpilih, Menyatukan Warga yang Terbelah

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Setelah beberapa kali tertunda, akhirnya Bupati Purworejo, Agus Bastian, melantik
43 Kades. Selain melantik, Bupati Purworejo juga mengambil sumpah/janji Kades terpilih hasil Pilkades Serentak dan Pilkades Antar Waktu, Rabu (7/7/2021), di Pendopo Kabupaten Purworejo.

Dari 43 kades tersebut, 3 diantaranya dilantik langsung di pendapa, sedangkan 40 orang lainnya di kecamatan masing-masing. Prosesi pelantikan disaksikan oleh Wakil Bupati Yuli Hastuti, Sekretaris Daerah Said Romadhon, Kepala Dinpermades Purworejo Agus Ari Setiadi, para camat, pemuka agama, serta tokoh masyarakat.



"Hari ini dilaksanakan pengambilan sumpah dan pelantikan di 43 desa hasil Pilkades Serentak di 41 desa dan 2 desa hasil Pilkades Antar Waktu di Kabupaten Purworejo," ungkap Kepala Dinpermades, Agus Ari Setiadi, saat diwawancara usai acara pelantikan.


Agus Ari mengemukakan, pelantikan dilaksanakan dengan kombinasi antara tatap muka dan virtual. Tiga kepala desa dilantik langsung oleh Bupati Purworejo di pendapa Kabupaten Purworejo. Kemudian 40 desa lain dilantik secara virtual di kecamatan masing-masing. Nantinya, setelah serah terima jabatan, para kades akan langsung menjalankan tugas dan kewajiban.

"Tiga orang yang dilantik secara langsung, dua orang dari Kecamatan Purworejo dan satu orang dari Kecamatan Grabag. Lainnya dilantik secara virtual. Baik tatap muka atau yang mengikuti secara virtual, secara regulasi tetap dinyatakan sah," ungkap Agus Ari.


Pelaksanaan pelantikan, lanjut Agus, dilaksanakan dengan tatap muka terbatas dan virtual dengan mempertimbangan situasi pandemi yang saat ini masih melonjak. Bahkan, Purworejo saat ini masih dalam zona merah dan masuk dalam daerah yang mengikuti PPKM Darurat.

"Mau tidak mau, pencegahan, penanggulangan harus dipatuhi semua pihak, termasuk dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah. Dalam hal ini adalah pelantikan Kades," kata Agus Ari.

Pihaknya menaruh harapan besar terhadap Kepala Desa yang baru dilantik, terutama dalam hal penanganan pandemi Covid-19. Dalam penyusunan RPJMDes, penanganan Covid-19 menjadi prioritas yang paling utama untuk situasi saat ini.

Meskipun begitu, pembangunan di sektor yang lain juga penting. Akan tetapi pandemi Covid-19 saat ini ditempatkan pada prioritas yang utama. Karena keselamatan warga merupakan hal yang harus dikedepankan.

"Disamping itu juga harus menyinkronkan dengan pembangunan jangka menengah desa yang akan mereka susun paling lambat tiga bulan kedepan," katanya.

Para kades, tambah Kepala Dinpermades, harus menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa sesuai dengan visi misi mereka pada saat melakukan kampanye.

Sementara itu, Bupati Purworejo Agus Bastian mengatakan dirinya merasa cukup lega karena pelaksanaan Pilkades serentak di tengah pandemi Covid-19 tidak menimbulkan klaster Pilkades yang sempat dikhawatirkan sebelumnya.

“Tentu ini berkat kerja keras dan kerja sama antara panitia dan instansi terkait, para calon kepala desa beserta pendukungnya, serta kesadaran seluruh masyarakat,” katanya.

Menurut Bupati, potensi ketegangan antar-kubu pada gelaran Pilkades, cenderung lebih besar. Sehingga Bupati meminta para kades terpilih untuk segera meredakan ketegangan tersebut dan berkolaborasi dengan seluruh warga, termasuk kubu lawannya saat Pilkades.

"Pekerjaan pertama dan utama yang harus dilakukan mereka menata kembali masyarakat yang mungkin terpecah selama proses Pilkades. Rangkullah mereka dengan tulus dan jadikanlah mitra dalam mengemban tugas-tugasnya. Maka dengan keyakinan bahwa para pihak yang dahulu pernah bersebrangan, sesungguhnya memiliki kesamaan keinginan untuk membangun desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Bupati.

Menurut Bupati, setelah dilantik sebagai kepala desa, pekerjaan yang sangat berat telah menanti di tengah tuntutan dan harapan seluruh warga masyarakat desa. Untuk itu, laksanakan amanah tersebut dengan penuh keikhlasan dan tanggungjawab, untuk menata dan memajukan desa.

"Sehingga kesejahteraan masyarakat desa dapat meningkat secara pasti ke arah yang lebih baik,” pesannya.

Bupati menegaskan, peran dan tanggung jawab kepala desa ke depan akan semakin berat seiring dengan meningkatnya tantangan perubahan zaman. Terlebih dengan adanya pandemi Covid-19 yang masih belum teratasi, bahkan semakin meningkat, sehingga saat ini Kabupaten Purworejo kembali berada pada zona merah level 3, dan harus memberlakukan PPKM Darurat.

“Saudara harus benar-benar mampu mendorong masyarakat di desanya agar mematuhi ketentuan PPKM Darurat, utamanya dalam menerapkan protokol kesehatan 5 M. Aktifkan Jogo Tonggo, posko desa serta terus berkoordinasi dengan stakeholders terkait dalam penanganan Covid-19,” harapnya.

Terkait dengan alokasi dana yang besar seperti diamanatkan dalam UU Desa, Bupati menegaskan bahwa tidak ada satu pasal pun yang mengisyaratkan monopoli kebijakan kepala desa. Bahkan, kepala desa akan memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk mempertanggungjawabkan semua kewenangan dan pengelolaan dana yang akan dilakukan,

“Sehingga penggunaan anggaran tersebut harus transparan, akuntabel dan hasilnya benar-benar bermanfaat sesuai peruntukannya,” tandas Bupati. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini