Kamis, 05 Agu 2021,


vaksinasi-covid19-di-kulonprogo-belum-mencapai-targetFajar Gegana, Wakil Bupati sekaligus Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo. (istimewa)


Anung Marganto
Vaksinasi Covid-19 di Kulonprogo Belum Mencapai Target

SHARE

KORANBERNAS.ID, KULONPROGO -- Target vaksinasi sebanyak 335.122 orang yang ditetapkan oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo, baru tercapai 73.400 orang dari sejumlah kelompok masyarakat.


"Target tenaga kesehatan (nakes) sebanyak 3.463 dosis pertama sasaran vaksinasi, baru terealisasi sekitar 3.461 orang. Sedangkan petugas pelayanan public, dari target sasaran vaksinasi sebanyak 23.414, justru melampaui target dengan mencapai angka 25.367," jelas Fajar Gegana, Wakil Bupati sekaligus Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Rabu (21/7/2021).


Sedangkan sasaran vaksinasi Covid-19 yang menyasar masyarakat umum sebanyak 183.859, baru terealisasi sebesar 12.946 orang.

Sementara target sasaran vaksinasi untuk warga lanju usia (lansia) sebanyak 78.241, baru terealisasi sebesar 22.244 orang. Kelompok masyarakat rentan yang juga menjadi target sasaran vaksinasi sebanyak 45.965, baru terealisasi sebesar 9.382 orang.


“Menjadi catatan kami vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Kulonprogo yang masih jauh dari target. Kesadaran warga untuk menerima suntikan vaksin Covid-19 masih belum begitu tinggi,”kata Fajar.

"Selain itu, SDM kesehatan di Kabupaten Kulonprogo yang angkanya belum masif juga menjadi kendala Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo dalam melakukan percepatan vaksinasi Covid-19," lanjutnya.

Menurut Fajar, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo masih memprioritaskan lansia dan kelompok rentan untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Dihubungi secara terpisah, Sri Budi Utami, Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, mengaku belum menerima informasi tentang masuknya Covid-19 varian Delta di Kulonprogo. Ia menyebut pernyataan Gubernur DIY bahwa varian Delta sudah masuk ke DIY.

“Varian Delta mempunyai sifat penyebarannya lebih luas dan cepat, serta gejala penyakitnya lebih berat. Jadi kita harus lebih waspda,”ungkap Sri Budi. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini