Kamis, 05 Agu 2021,


vaksinasi-pelajar-di-sleman-menyasar-40-ribuan-siswaKustini Sri Purnomo bersama Andry Wibowo melakukan pemantauan vaksinasi Covid-19 bagi siswa usia 12-18 tahun di SMP Negeri 4 Pakem dan SMP Negeri 1 Sleman, Rabu (21/7/2021). (istimewa)


Nila Hastuti
Vaksinasi Pelajar di Sleman Menyasar 40 Ribuan Siswa
Vaksinasi Pelajar di Sleman Menyasar 40 Ribuan Siswa
SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN--Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo bersama Kepala BIN DIY, Andry Wibowo, melakukan pemantauan vaksinasi Covid-19 bagi siswa usia 12-18 tahun. Pemantauan dilakukan di SMP Negeri 4 Pakem dan SMP Negeri 1 Sleman, Rabu (21/7/2021).


Kepala BIN DIY, Andry Wibowo mengatakan, upaya penanganan pandemi Covid-19 dilaksanakan secara kolaboratif lintas sektor, guna segera membangun daya tahan kolektif.

  • Ini Cara SMPN 1 Jadi Sehat

  • “Dalam vaksinasi Covid-19 ini, BIN mendapatkan sasaran spesifik sekolah jenjang SMP dan SMA bagi pelajar usia 12-18 tahun, serta upaya door to door pada siswa yang memiliki limitasi akses mobilitas, informasi dan pendataan,” kata Andry.

    Menurutnya, vaksinasi pelajar di Sleman menyasar 36-40 ribu siswa dan ditargetkan selesai vaksin pertama sebelum 17 Agustus. “Ini tergantung juga pada kesiapan vaksin dan vaksinatornya yang harus kita perkuat. BIN juga telah merekrut 25 vaksinator untuk membantu pemerintah daerah melakukan vaksinasi,” tambahnya.


    Bupati Sleman, Kustini menyampaikan, Pemkab Sleman sangat mendukung dan menyambut gembira pelaksanaan pemberian vaksin Covid-19 bagi siswa usia 12-18 tahun. Mengingat vaksinasi Covid-19 ini merupakan salah satu bagian penting dari upaya dalam menangani pandemi yang pada saat ini sedang melanda dunia.

    “Tujuan utama dari pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini adalah mengurangi transmisi atau penularan Covid-19 di tengah masyarakat kita. Selain itu vaksinasi ini juga dimaksudkan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19, serta membentuk kekebalan kelompok di masyarakat agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi,” jelasnya.

    Kustini mengatakan, penggunaan vaksin adalah upaya untuk mendorong pembentukan kekebalan spesifik pada penyakit Covid-19. Pemberian vaksin Covid-19 ini dimaksudkan agar penerima vaksin terhindar dari tertular ataupun kemungkinan sakit berat, karena ditubuhnya telah terbentuk anti bodi.

    “Keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 ini bergantung pada kontribusi dan peran aktif seluruh elemen masyarakat termasuk para siswa dan pemerintah. Dan saya ingatkan, setelah vaksin ini siswa juga tetap harus patuh protokol kesehatan. Yakni selalu mengenakan masker saat keluar rumah atau bepergian, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” tambahnya. (*)

     

     



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini