warga-desa-wadas-ini-tak-menyangka-terima-uang-ganti-rugi-miliaran-rupiahKhayatul Ngaizah saat menerima uang ganti rugi berbentuk buku rekening dan ATM dari Bank BRI. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)


Wahyu Nur Asmani EW
Warga Desa Wadas Ini Tak Menyangka Terima Uang Ganti Rugi Miliaran Rupiah

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Pasangan Khayatul Ngaizah (41) dan Dulkarim (46) tampak gembira saat berada di antara warga Desa Wadas Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo Jawa Tengah penerima Uang Ganti Rugi (UGR) proyek Bendungan Bener.


Khayatul tidak menyangka warisan berupa tanah dari simbah (kakek dan neneknya) ternyata bernilai miliaran rupiah. Tanah berupa batuan andesit (quarry) itulah yang akan digunakan untuk material Bendungan Bener, salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN).


"Saya memiliki dua bidang tanah quarry yaitu satu  bidang berukuran 2,894 m² mendapat UGR sebesar Rp 2,2 miliar dan satu bidang lagi berukuran 723 m² senilai di atas Rp 500 juta. Total lebih dari Rp 2,7 miliar," kata Khayatul kepada koranbernas.id di Balai Desa Wadas, Rabu (30/11/2022).

Uang tersebut akan dibelikan tanah berupa kebun dan sawah serta rumah di Magelang. "Saya membeli tanah dan rumah, nanti juga untuk warisan anak-anak,” ucap ibu tiga anak tersebut.


Dulkarim menambahkan dirinya mendapatkan UGR gelombang ketiga bukan karena termasuk kelompok penolak quarry, namun karena sakit.

"Saya jatuh dari sepeda motor berakibat cedera tangan, membutuhkan waktu lama untuk pemulihan. Sementara istri saya tidak berani pulang sendiri ke Desa Wadas, sehingga menunggu saya sembuh,” ujarnya.

Sejak awal dia tidak ada pemikiran menolak karena ini adalah proyek pemerintah.

Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Purworejo,  Sumartono, menjelaskan UGR Desa Wadas ketiga pada Rabu (30/11/2022) targetnya 65 bidang.

Pihak Yang Berhak atau PYD sejumlah 46 orang. “Ada retur dua bidang, dua orang dan dua bidang perbaikan administrasi,” jelasnya.

Adapun realisasi UGR pada Rabu (30/11/2022) terbayar  63 bidang, PYB 44 orang, dengan luas 75.749 m2 dan senilai Rp 58,225 miliar. UGR tertinggi Rp 2,586 miliar, terendah Rp 10,7 juta," jelasnya.

Menurut Sumartono, UGR quarry Desa Wadas sudah mencapai 96 persen. Tinggal 42 bidang tanah yang akan dilanjutkan pada tahun 2023.

“Tanah wakaf dan tanah kas desa (TKD) belum bisa dicairkan tahun ini. Untuk yang retur dan perbaikan administrasi akhir Desember 2022 diupayakan selesai,” tambahnya.

Dirjen Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN), Embun Sari, di sela-sela kunjungan mengatakan turut senang.

Akhirnya warga Desa Wadas bisa menerima uang ganti rugi dengan senang hati. Dia sangat memahami bagaimana prosesnya sampai warga desa itu menerima UGR atas tanah batuan andesit (quarry).

"Pada tahun 2021 saya Kepala Wilayah BPN Jawa Tengah, saya tahu sekali bagaimana penolakan warga. Alhamdulilah saat ini masyarakat bisa diyakinkan bahwa negara tidak mungkin menyengsarakan rakyat, diganti bukan untuk rugi. Alhamdulilah wajah masyarakat bahagia, itu juga membahagiakan kami," kata Embun Sari. (*)


TAGS: Wadas  Purworejo 

SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini