Selasa, 24 Mei 2022,


warga-gelar-aksi-bakar-ban-bekas-dan-segel-kantor-desaUnjuk rasa warga Desa Kedungpoh Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo dengan membakar ban bekas. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)


Wahyu Nur Asmani EW
Warga Gelar Aksi Bakar Ban Bekas dan Segel Kantor Desa

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Warga Kedungpoh melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor Desa Kedungpoh Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo, Senin (17/1/2022). Mereka kecewa terhadap proses hukum terkait indikasi tindak pidana korupsi yang dilaporkan di Polres Purworejo dengan kerugian Rp 490 juta.


"Fix data kerugian Rp 490 juta hasil audit inspektorat dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU), berakhir hanya dengan pengembalian saja tanpa proses pidana. Kami ingin mengetahui siapa dalang dan pemakai dana tersebut," ujar Husodo, perwakilan warga setempat.


pihaknya ingin kasus tersebut proses hukumnya jelas, jangan seolah-olah kasus pidana dibelokkan perdata. “Kami ingin kasus korupsi dana desa Kedungpoh dari tahun 2017, 2018, 2019 dan 2020 diproses hukum secara transparan. Penyimpangan Dana Desa (DD) sebesar Rp 490 juta adalah bukti rusaknya martabat," tandasnya.

Mulyadi, warga Desa Kedungpoh lainnya menambahkan pihaknya memperkarakan hal tersebut sudah sejak dua tahun lalu.


"Kami melakukan aduan ke Kanit Tindak Pidana Korupsi  (Tipikor) Polres Purworejo. Kami tidak mendapatkan berita apa-apa, tahu-tahu dana Rp 490 juta sudah dikembalikan dan langsung masuk rekening desa," jelas Mulyadi.

Sebelumnya Kanit Tipikor Polres Purworejo mengatakan penyelesaian perkara akan mengundang Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

"Perkara uang kembali ke rekening desa Rp 490 juga, beliau (BPD) tidak mengetahui secara langsung. Apalagi pada 21 Januari 2021 diselenggarakan Musyawarah Desa (Musdes) ternyata isinya membahas pelunasan penyimpangan dana desa, kami merasa dikelabuhi," terangnya.

Dalam unjuk rasa tersebut warga menutup pintu masuk kompleks desa (sebelah selatan) dan warga membakar tumpukan kayu dan beberapa ban bekas.

Aksi tersebut menimbulkan asap hitam. Warga menambah ban bekas lainnya untuk dibakar. Warga tampak terkendali setelah Kapolres Purworejo AKBP Fahrurozi beserta jajaran Polres Kabupaten Purworejo datang ke lokasi.

Warga juga menyegel pintu masuk kantor Desa Kedungpoh sampai tuntutannya dipenuhi. Akibat aksi warga tersebut aktivitas Pemerintahan Desa Kedungpoh sempat terhenti sementara. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini