warga-tamu-dan-sesepuh-duduk-bersila-di-tengah-sawahWarga makan bersama di tengah sawah pada acara Sedekah Bumi di Desa Brenggong Purworejo. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)


Wahyu Nur Asmani EW
Warga, Tamu dan Sesepuh Duduk Bersila di Tengah Sawah

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Warga Desa Brenggong melaksanakan Selamatan Sedekah Bumi di tengah-tengah sawah desa setempat, Minggu (20/11/2022).


Terlihat ibu-ibu berbondong-bondong membawa tumpeng diletakkan pada jalan rabat beton tengah sawah sebagai tempat untuk berdoa bersama. Setiap tumpeng berisi gunungan nasi dengan sayur dan lauk pauk, tak lupa juga tersaji ingkung ayam kampung.


Warga, tamu dan sesepuh duduk bersila sepanjang jalan tersebut. Acara dimulai dengan tahlilan dilanjutkan shalawatan serta doa-doa yang dipimpin oleh pemuka agama.

Tampak hadir tamu undangan Camat Purworejo beserta jajarannya, Forkompimca, kepala desa serta lurah di sekitar Desa Brenggong.


Begitu tahlil dan doa-doa seleaai dipanjatkan, dilanjutkan dengan potong tumpeng dan makan bersama.

Puji Rohman selaku Kepala Dusun (Kadus) 4 menyambut baik gagasan kepala desa (kades) dengan terselenggaranya Sedekah Bumi di Desa Brenggong.

"Tentu ini sebagai upaya nyuwun kepada Gusti Allah SWT agar panen bisa melimpah dan tidak ada gangguan hama. Para petani bisa kompak dan greget menggarap sawah," ujarnya.

Menurutnya, sedekah bumi merupakan program serentak untuk menyebar benih dan men-traktor sawah, yang sebelumnya sudah dirembug (dimusyawarahkan).

Dulu, sebelum ada Selamatan Sedekah Bumi petani Desa Brenggong hanya bisa merasakan satu kali panen setahun. Dengan diselenggarakan Selamatan Sedekah Bumi bisa merasakan panen dua kali setahun.

Kepala Desa, Legiman, mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah mendukung Selamatan Sedekah Bumi yang berjalan sejak tahun 2019 hingga sekarang sudah empat tahun berturut-turut.

"Sebelum Selamatan Sedekah Bumi saya sudah berkoordinasi dengan pemilik traktor dan petani, untuk segera men-traktor sawah masing-masing. Namun saat ini masih banyak sawah yang belum ditraktor, mohon perhatian untuk tukang traktor, agar kita semua bisa segera segera menyebar benih padi," kata Legiman.

Dia berharap operator traktor segera menggarap sawah warga. Tujuannya agar masa tanam (MT) pertama segera dimulai.

"Alhamdulilah dengan Selamatan Sedekah Bumi bisa merasakan hasil panen melimpah. Dulu sebelum dilakukan sedekah bumi sering terserang hama seperti tikus. Sekarang tikus masih ada, namun tidak banyak," jelas Legiman usai acara kepada koranbernas.id.

Menurutnya, atas saran para sepuh dan kiai perlu diadakan Sedekahan Bumi. "Sangat dipercaya dengan sedekah yang kita lakukan, akan membuahkan hasil yang baik," sebutnya.

Camat Purworejo, Nurfiana, meminta warga Desa Brenggong segera memulai masa tanam pertama. Agar nanti di masa tanam kedua masih kumanan (mendapat) air.

"Saya berharap untuk masyarakat Desa Brenggong untuk mempercepat persiapan masa tanam pertama, otomatis panennya bisa cepat. Ke depan kita berharap bisa panen sampai tiga kali," ujar Camat Purworejo.

Dia mengingatkan sehubungan pupuk subsidi terbatas, masyarakat diharapkan bisa memadukan dengan pupuk organik.

"Pupuk subsidi untuk pertanian sebanyak 30 persen, masyarakat perlu menambahkan dengan pupuk organik lainnya. Agar kebutuhan pupuk untuk tanaman padi tercukupi dan hasil panen bagus," pesan Nurfiana. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini