Jumat, 17 Sep 2021,


warga-terserang-penyakit-aneh-gejalanya-mirip-chikungunyaDaryono, warga Kelurahan Baledono yang menderita penyakit seperti Chikungunya. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)


Wahyu Nur Asmani EW
Warga Terserang Penyakit Aneh Gejalanya Mirip Chikungunya

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Warga Kelurahan Baledono Kecamatan Kabupaten Purworejo Jawa Tengah menderita penyakit aneh menyerupai Chikungunya. Gejala yang dialami setiap warga hampir sama yaitu kepala pusing, badan penuh bintik-bintik merah dan pegal-pegal. Sampai-sampai ada yang tidak bisa berjalan, dan harus dipapah.


Penyakit yang diderita warga mirip Chikungunya yang disebabkan nyamuk. Di kelurahan itu, terdapat sungai Kedung Putri. Saat ini kering. Banyak nyamuk.


Sungai Kedung Putri kering akibat adanya revitalisasi, mulai dari Sejiwan Kecamatan Loano hingga Koplak Kelurahan Pangenrejo.

Daryono (45) warga Kelurahan Baledono Ngentak RT 6 RW 4 mengalami sakit sekitar seminggu silam. Dia merasakan pegal-pegal (kaku-kaku). Terdapat bintik merah pada sekujur tubuhnya.


“Saya merasakan pegal-pegal, kepala pusing dan badan penuh bintik merah. Kulit saya kalau diusap warna merahnya hilang, tapi sebentar kemudian merah lagi," kata pria lajang tersebut.

Lebih satu minggu Daryono tidak berjualan sate keliling karena merasa sakit seperti gejala Chikungunya. “Sekarang saya sudah lebih baik, sejak minum obat dari adik ipar,” kata dia.

Indarsih (45) yang juga warga RT 6 RW 4 Kelurahan Baledono juga merasakan sama. Mbak Iin, sapaannya, mengaku lemas dan badan pegal- pegal. “Saya merasakan lutut dan betis sakit selama tiga hari dan tidak bisa berjalan,” jelas Iin.

Setelah minta obat dari Rina tetangganya, tubuhnya lebih sehat.

Seorang ibu muda bernama Rina Hadiyanti (32) juga mengalami hal yang sama. “Saya merasakan sakit sejak  Sabtu (7/9/2021), hari Senin berikutnya mengundang mantri (perawat) memeriksa saya. Dan saya dikasih obat,” jelasnya.

Setelah minum obat kakinya yang terasa  sakit slenut-slenut dan kulit berwarna merah seperti  kena campak, bisa sembuh.

Menurut ibu dua putri tersebut berdasarkan analisa mantri, dirinya sakit demam terlalu tinggi. Obatnya paracetamol, amoksilin dan vitamin. “Sekarang kondisi saya sudah lebih baik, namun belum bisa bekerja. Sudah delapan hari libur tidak masuk kerja,” ungkapnya.

Ketiga warga tersebut kepada koranbernas.id, Senin (13/9/2021), mengeluhkan akibat sungai kering banyak nyamuk warga di rumah warga. Mereka kawatir terjadi penyakit akibat nyamuk tersebut.

Lurah Baledono, Firman Isyanto, kepada koranbernas.id menyatakan pihaknya belum mendapat laporan terkait penyakit yang menyerang warganya.

“Tadi Pak RW 04 datang kemari dan tidak memberikan laporan terkait penyakit yang diderita warganya,” kata Firman melalui sambungan telepon.

Terkait saluran Sungai Kedung Putri yang kering, pihaknya sudah berkoordniasi dengan instansi terkait. “Kami telah berja sama dengan Puskesmas untuk bantuan obat jentik nyamuk yang diserahkan melalui karang taruna,” jelasnya.

Karang taruna belum ada rencana penyemprotan di wilayah RW 04 dalam waktu dekat. “Masih koordinasi dengan ketua RW 04 untuk melakukan penyemprotan,” ucapnya. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini