Rabu, 20 Jan 2021,


waspadai-potensi-kerumunan-saat-coblosan-pilkadaPeragaan simulasi pemungutan suara pilkada yang diadakan KPU Gunungkidul, pekan lalu. (sutaryono/koranbernas.id)


Sutaryono

Waspadai Potensi Kerumunan Saat Coblosan Pilkada


SHARE

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul menyoroti pelaksanaan peragaan atau simulasi pemungutan suara pemilihan kepala daerah (pilkada) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) di kompleks halaman Balai Kalurahan Piyaman Wonosari, beberapa pekan lalu.

Pada peragaan itu terlihat masih ada yang perlu diwaspadai yaitu potensi kerumunan massa saat coblosan yang dikhawatirkan rawan penularan Covid-19.


“Penerapan jaga jaraknya kurang optimal, saat antrean masuk TPS atau ketika berinteraksi dengan petugas KPPS masih berpotensi terjadinya kerumunan massa,” kata Rosita, Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Gunungkidul, Selasa (1/12/2020).

Menurut dia, selain penerapan jaga jarak yang kurang, Bawaslu Gunungkidul juga menyoroti protokol kesehatan yang dijalankan petugas KPPS saat simulasi. Seperti membuka masker saat berinteraksi dengan calon pemilih hingga tempat duduk yang masih berdekatan.


Rosita menyarankan KPU Gunungkidul agar memperhatikan protokol kesehatan jaga jarak maupun pemakaian masker oleh petugas serta mekanisme bilik coblos khusus bagi pemilih dengan suhu tubuh lebih dari 37,3 derajat Celcius. “Setidaknya perlu kotak suara khusus bagi pemilih dengan kondisi tersebut untuk menjamin keamanan,” jelasnya.

Terpisah, Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Gunungkidul, Andang Nugroho, mengakui kerumunan hingga antrean masih jadi kendala saat simulasi pemungutan suara pekan lalu.

Meski demikian, pihaknya menyebut secara keseluruhan pelaksanaan simulasi berjalan baik dan dianggap berhasil. KPU Gunungkidul memutuskan simulasi cukup dilakukan sekali.

“Tinggal bagaimana penguatan teknis pada petugas KPPS dan PPK. Saat ini bimbingan teknis (bimtek) masih terus kami lakukan,” kata Andang.

Terkait kotak suara khusus bagi pemilih bersuhu tubuh tinggi, dia menganggap hal tersebut tidak diperlukan. Karena saat pencoblosan, pemilih tersebut akan didampingi oleh seorang pendamping.

Seluruh petugas TPS akan dibekali Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Antara lain menggunakan masker, sarung tangan karet hingga pelindung wajah. Sedangkan bagi pemilih diwajibkan mencuci tangan sebelum dan sesudah mencoblos dan mengenakan masker. Sebelum menuju bilik suara pun pemilih akan dibekali sarung tangan plastik. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini