Selasa, 24 Mei 2022,


ywi-mengirimkan-tujuh-atlet-ke-ajang-sirkuit-nasional-taolu-2022Aksi sejumlah atlet wushu dari Yayasan Wushu Indonesia Sinduadi. (istimewa)


Siaran Pers
YWI Mengirimkan Tujuh Atlet ke Ajang Sirkuit Nasional Taolu 2022

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA--Tujuh atlet junior Yayasan Wushu Indonesia (YWI) Sinduadi ikut bertanding dalam ajang wushu nsional yang diadakan pekan lalu, 18 - 25 April 2022. Pelaksanaan pertandingan ini dilaksanakan secara virtual oleh Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI) dan diikuti oleh 665 atlet dari seluruh sasana yang ada di Indonesia.


Pertandingan kali ini, menurunkan atlet-atlet junior dengan berbagai kategori jurus yang ada. Atlet-atlet yang mewakili Pengda Wushu Indonesia DIY ini disesuaikan juga dengan program latihan yang ada di YWI Sinduadi. Ketujuh atlet tersebut adalah Edgard, Vembrianto, Stevent, Vania, Renatha, Ardya, dan Gangga.


Ketua YWI Sinduadi yang sekaligus sebagai pelatih, Vania Rosalin Irmanto mengharapkan, pertandingan ini menjadi permulaan untuk para atlet nantinya akan lebih giat berlatih lagi menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya. “Atlet-atlet junior ini masih punya kesempatan untuk belajar banyak untuk menjadi lebih baik,” ungkap Vania dalam rilisnya, Kamis (28/4/2022).

Atlet YWI Sinduadi menyumbangkan tujuh medali yang terdiri dari 2 medali emas, 1 medali perak, dan 4 medali perunggu. Dua medali emas dipersembahkan oleh Ardyanesly Lordes dalam jurus Dao Shu (golok selatan) yang juga meraih 1 perunggu di jurus Chang Quan (tangan kosong).


Vania Meiliana juga berhasil mempersembahkan medali emasnya dalam jurus Nan Dao (golok utara) dan juga 2 perunggu di jurus Nan Quan (tangan kosong) dan Nan Qun (toya).

Sementara itu medali perak dalam jurus Qiang Shu (tombak) diraih oleh Renata Chantal Putri Ardina, dan juga 1 medali perunggu dalam jurus Jian Shu (pedang)

Hasil yang telah dicapai tentunya disyukuri dan atlet boleh berbangga. Tetapi perjuangan untuk menjadi lebih baik masih jauh dan tidak boleh terlena, karena masih banyak tahapan yang harus dilalui. Meningkatkan diri untuk menjadi lebih baik juga diperlukan.

“Peran orang tua, sekolah dan masyarakat pemerhati wushu, juga menjadi suatu energi yang akan mendukung keberhasilan ini,” lanjut Vania.

Wushu adalah seni bela diri dari Tiongkok yang cukup unik. Seni bela diri ini ena tidak hanya mengajarkan kekuatan fisik, tetapi sekaligus ada seni di dalamnya. Tangan kosong atau senjata yang digunakan memperindah gerakan-gerakan yang ada. “Olahan antara beladiri dan seni ini lah yang membuat wushu terlihat indah sebagai olah raga yang dikenal di masyarakat nasional bahkan internasional,” imbuh Humas YWI Sinduadi Eunike Martanti. (*)

 

 

 


TAGS: YWI  wushu  pbwi  sinduadi 

SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini